Minggu, 08 Oktober 2017

Makanan Sunda Banget

Eum.... Enak... Semua makanan itu enak, kalo lagi lapar makannya, itu bagi saya ya.

Soal makan, makanan apa saja boleh asal jangan jengkol atau pun pete bukannya kurang suka, tapi kalau di makan suka bikin sakit meriang, memang aneh, tapi sebenarnya tidak aneh melainkan karena lebih terbawa sugesti saya sendiri.

I hate jengkol
Itu waktu dulu masa-masa sebelum menikah, hate banget sama jengkol, apalagi kalau di rumah orang tua masak jengkol goreng, langsung ngamuk saat itu juga, kadang saya buang sedikit-sedikit dari meja makan biar cepet habis... 😂

Itulah semakin tidak suka akan sesuatu biasanya sesuatu itu akan menghampiri kita, seperti ketika ketemu kecoa kita teriak maki-maki itu kecoa, kecoanya malah gak takut tapi semakin mendekat,

Serem !!!!

Nggak juga
Karena cinta akan mengalahkan kekurangsukaan bisa jadi malah doyan, ya alhamdulillah suami saya suka makan jengkol apalagi pete, jadi perlahan berkurang hatenya malah kadang nyicipin barang satu biji.. 😂

Makanya alhamdulillah sekali kalau jadi orang sunda, dapat suami urang sunda, jadi kalau urusan kuliner cukup makan seperti biasa gak perlu ke luar, asal mau turun tangan ke dapur,  ya kalau orang sunda mah istilahnya dikasih makan rumput aja dimakan, he.. maksudnya lalapan..  terkadang suka ngiler juga pengen di ajak makan di luar seperti makanan junk food, fast food, chinesse food, korean food, desert ala luar Negeri.

kalau ada yang ngajak.. ga nolak...hehehehe

Makan serba lalapan itu sehat, karena tidak mengalami proses pemanasan, asal bersih nyucinya, selain itu juga bisa menghemat pemakaian gas, mau bukti hemat gas !!

Gini ya saya kalau di rumah masak nasi pakai mejikom setelah hampir matang, ngukus labu siam di atas nasi pake wadah stainless tinggal nunggu mateng deh, baru goreng ikan asin, bikin sambal terasi, lalapnya pete, mentimun dan terong, oiya tambah tambah telur dadar... Sip deh

Udah gitu aja... Masak is simpel 😂
Yang rumit itu pusing bikin apa biar anak balita mau makan...

Tapi gak setiap harie menunya seperti itu... Ya itu mah masak ketika ingin masak dengan sedikit waktu dan untungnya suami saya suka,

Kasian ya suamiku
"Udah biasa"

Apa saya juga suka makanan yang suami makan, ya lumayan suka kecuali petenya. saya lebih senang makan mie instan direbus pake kerupuk seblak kasih cabe rawit yang banyak, makan sendirian gda yang ganggu. Wah endess pokonamah..

https://www.google.co.id/search?q=makanan+sunda&

Rabu, 27 September 2017

Memilih Hidup Sederhana

Di Bandung, Saya tinggal di daerah Jatihandap, dimana jalan masuknya sangatlah kecil. Pas kemarin pulang fisioterapi dari rumah sakit, Saya bilang ke istri:

"Bun, kebayang kan kalau mobil kita Fortuner, Pajero, Range Rover, atau Alphard, udah pasti banyak gesekannya sama mobil lain..." Bukan tanpa alasan Saya bicara demikian, mengingat jalannya emang kecil banget dan kalau mobil udah berpapasan, kecepatan harus melambat agar terhindar dari gesekan.

Saya pun melanjutkan, "Bun, gak kepengen beli mobil baru?". Tes Saya... 😅 dan jawaban istri membuat Saya kaget sekaligus bangga dan makin cinta....

"Enggak ah yah... Bunda mah takut. Takut kalau beli barang terlalu mewah, malah membuat kita jatuh cinta banget sama barangnya. Padahal kan ini hanya titipan. Mendingan kita sedekahkan dan bantu banyak orang aja"

JLEB!!

Rasa-rasanya, Saya harus membuka kamus untuk mencari ungkapan rasa sayang yang lebih romantis dari kata "I love U". Apa ya? #lebay 😍

Sejak menikah dengan istri, Saya banyak belajar tentang arti kesederhanaan. Bisa dibilang, hidup kami saat ini amat sangat sederhana. Mereka yang pernah main ke rumah, akan tahu betapa kecilnya rumah kami. Mereka yang pernah lihat mobil kami, akan tahu betapa kecilnya mobil yang kami miliki. Mereka yang sering berinterkasi dengan kami, akan tahu betapa sederhananya pakaian yang kami gunakan.

Padahal, kalau mau beli mobil mewah dan rumah megah, InsyaAllah bisa (izin Allah). Tapi alhamdulillah, kami memilih untuk hidup sederhana saja. Karena ini yang ajaran Islam ajarkan. Tidak bermegah-megahan.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ´ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At-Takatsur: 1-8).

Apakah hidup mewah itu boleh?

Ya itu sih pilihan, asalkan siap mempertanggung jawabkan dan asalkan kebaikan lainnya tetap dilakukan. Jangan hanya sekadar mempercantik tampilan dunia saja, tapi bekal akhiratnya tak dipersiapkan.

Anehnya...

Banyak orang sekarang malah justru mencari kehidupan yang mewah dan megah. Mereka mencari uang sebanyak-banyaknya, lalu membelanjakannya untuk keperluan pribadinya.

Dan makin parah...

Ada diantara mereka -semoga bukan Anda- yang sibuk mempercantik gaya hidup, sementara hidupnya penuh dengan tekanan.

Maksudnya?

Ya, mereka adalah orang-orang yang sengaja berhutang untuk memenuhi gaya hidupnya.

Padahal jelas, gaya hidup akan membunuhmu secara perlahan. Siang dan malam akan terus dihantui dengan cicilan.

Gaji 3 juta. Cicilan  2,5 juta. Sisa 500 ribu.

Karena gak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, akhirnya terpaksa ngutang lagi. Nambah lagi deh utangnya.

Terus aja gitu... sampai kiamat. Dan ajal mendekat. TAUBAT!

"Penghasilan berapapun akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi tak akan pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup"

Saya cerita tentang apa saja yang sering dilakukan oleh mereka orang-orang yang baru terjun di dunia usaha, salah satunya kebanyakan gaya dan gampang ngutang.

Kawan, hiduplah sederhana. Apa adanya saja. Jangan dibuat-buat, entar 'ada apanya' (baca: ada utang yang terus menghantui).

"Sederhanalah dalam hidup. Boroslah dalam sedekah. InsyaAllah berkah..."

Bikin mak jleb kan,

Cerita di atas bukan cerita saya, melainkan cerita tentang mentor saya yaitu kang Dewa Eka Prayoga

Ada banyak lagi inspirasi yang bisa di dapat, kabar baiknya ada sebuah Novel karya Asma Nadia yang menceritakan kisah hidup Dewa Eka Prayoga atau di kenal dengan Dewa Selling,

Isinya keren abiz, ada problematika hutang, ujian wanita, persahabatan, perjalanan bisnis, bahkan kang Dewa ini hampir mati.

Cerita di atas bukan cerita saya, melainkan cerita tentang mentor saya yaitu kang Dewa Eka Prayoga

Yuk join waiting list order dari sekarang, karena pre order di buka hanya seminggu 03 oktober-10 oktober 2017.

👇
http://bit.ly/2xth6MX

http://bit.ly/2jIZ2LC

#pejuangkeluarga
#bidadariuntukdewa

Selasa, 26 September 2017

Kulitnya Kulitku


Pada suatu hari saya bersalaman dengan seseorang, dia menyambut dengan baik, tangannya hangat, rasanya seperti memegang tangan sendiri.
Ada yang tahu siapakah yang saya pegang?
A. Pacar
B. Teman
C. Ayah/ ibu
D. Suami
E. Anak

Coba tebak tangan siapa, bingung apa sangat bingung? pasti gak penting ya pertanyaannya, hehe... Jawabannya adalah suami, ingat ya bu guru selalu benar, kan yang bikin soal, hehehe....

Gini ya kalo pegang pacar rasanya pasti deg2an gak karuan, tapi kan gak boleh pacaran ya. Nah kalau pegang tangan teman, kalau temannya perempuan pasti rasanya ngiri kenapa tangan dia lebih halus, kalau teman laki-laki udah jelas jangan di pegang kan bukan mahram, kemudian kalau pegang tangan orangtua ko rasanya sedih gitu, karena belum bisa balas kebaikan mereka, kalau pegang anak rasanya selalu senang selalu ada harapan.

Tapi kenapa pas pegang tangan suami serasa pegang tangan sendiri berbeda ketika awal perjumpaan atau pada awal pernikahan dan sepertinya suamiku juga merasakan hal yang sama, kalau dulu di sentuh dikit aja rasanya wuaaaaahhhhh gimana gitu serasa ada listrik-listriknya, selalu ingin dekat, kulit ketemu kulit. Itulah suami istri yang sudah menempuh pernikahan selama bertahun-tahun, mungkin karena terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing, terlalu banyak rasa yang bercampur, seperti warna yang apabila semua warna warni di satukan akan menjadi satu warna, maka dari itu setiap pasangan harus pandai menjaga rasa agar hubungan tetap harmonis, jadi jangan ragu untuk saling menyentuh kan halal.

Sekarang ingat-ingat lagi kapan terakhir kali pegang tangan pasangannya dengan penuh perasaan dan cinta? kalau sekarang pasti lebih banyak pegang Gadget ya, "lagi-lagi saya yang disalahin" itu kalau gadgetnya bisa ngomong.

Betul apa betul??? Kalau rasa bisa saja berubah, mood juga kadang berubah, kadang komitmen yang sudah di pegang teguh juga bisa goyah karena pihak ketiga, biasanya sih ketika mulai timbul rasa bosan juga masalah yang bertubi-tubi muncul kepermukaaan, kalau masalah bosan, bukan cuman lelaki aja yang bosan, istri juga lho sama, bukan bosan dengan orangnya, tapi bosan dengan kondisi dan rutinitas yang itu-itu aja, nyuci lagi-nyuci lagi, nonton TV lagi, di rumah lagi, kayanya sih kurang piknik gatau juga karena kurang ibadah. 

Bukan hanya kulitnya yang terasa seperti kulitku, setiap gundahnya juga menjadi gundahku, sakitnya juga menjadi sakitku, bahagianya juga menjadi bahagiaku, mungkin inilah yang namanya ikatan batin, karena istri akan tahu jika ada yang tak beres dengan suaminya.


Jumat, 22 September 2017

Hijrahnya Seorang Suami

Di rumah aku memiliki TV LED yang lumayan besar untuk ukuran ruang tamu, sehingga bisa menonton seolah-olah aku ada dalam TV tersebut, aku dan keluarga kecilku sering menghabiskan waktu dengan menonton tv.

Oiya kenalan dulu, namaku sucipto waringin, panggil saja cipto dan aku seorang karyawan swasta yang ramah, baik hati dan banyak teman, ya semua itu karena berhubungan dengan pekerjaanku sebagai Humas, aku memiliki satu istri dan seorang anak laki-laki yang menggemaskan dan usianya kini 5 tahun.

Nyambung dari kebiasaan kami yang sering menghabiskan liburan dengan nonton tv, sebenarnya aku tahu tidak bagus juga nonton tv bagi anak, seringkali istriku selalu mengingatkan anakku untuk menjauh dari tv namun istriku sendiri sering nonton tv paling depan dekat dengan layar terutama ketika nonton film barat, ya aku tahu istriku tidak suka sinetron, ya ampun mungkin mata istriku bertambah minusnya, namun selama ini aku bersikap acuh terhadap keadaan istriku, padahal aku tahu kacamatanya patah dua tahun yang lalu sama si adek.

Ada banyak hal yang telah ku abaikan dari istriku, ya aku baru sadar sekarang, seringkali aku merasa istriku berkelakuan buruk terhadapku sehingga aku tidak merasa bahagia, seperti dia sering diam, kalau dipikir lagi ternyata aku yang yang tidak pernah bertanya bahkan untuk berbasa basi dengannya, aku pun sering kecewa ketika waktu tidur dia biasanya tidur lebih dulu bahkan sampai terdengar suara ngoroknya, entah kenapa setiap pulang kerja rasanya terlalu lelah untuk mendengarkannya bahkan ada pertanyaan darinya yang aku abaikan karena asyik membalas beberapa pesan dua Gadgetku, berbasa-basi dengan teman kerja juga saling berbalas komentar haha hehe di beberapa media sosial dan itu cukup menghibur.

Rasanya aku yang paling capek, istriku enak-enakan ada di rumah, sempat berpikir andai saja istriku mau membantu keuangan keluarga, tidak harus kerja di luar yang penting usaha kecil-kecilan misalnya jualan online seperti wanita-wanita lain meski sudah berkeluarga, ah apa yang kupikirkan padahal tanggung jawab biaya rumah tangga ada di pundakku.

Apa yang sudah kuberikan pada istriku selama ini, bahkan untuk biaya sehari-hari aku memberikan sedikit sisa gajiku yang sudah di potong cicilan dan kartu kredit, jarang membawanya keluar rumah, bahkan seingatku terakhir mengajaknya nonton di bioskop pada waktu pacaran dulu, padahal selama ini aku sering menonton dengan teman-temanku bahkan pergi karaoke.

Ya jujur terkadang aku malu ketika berjalan dengannya, dibandingkan dengan dulu waktu masih pacaran, aku tak segan memegang tangannya dengan erat seakan aku ingin memberi tahu pada semua orang, dia ini calon istriku, aku tahu penampilannya sedikit berubah mungkin juga karena alat kontrasepsi yang dia pakai.

Pernah ku perhatikan ketika kami pergi dia hanya membawa tas yang sama, aku ingat dia membuat tas itu sendiri dari sisa kulit pembungkus kursi waktu di perbaiki, andai saja dia mau bilang ingin beli tas, maka akan aku belikan, ya allah sedih istriku juga tidak pernah ku belikan sepatu lagi, saat pergi olahraga jalan pagi dia hanya memakai sandal sedangkan aku dan anakku memakai sepatu. Bukan itu saja sendalnya pun awet yang kubelikan dua tahun lalu.

Istriku memang tidak cantik, makanya aku tidak pernah memujinya, kalau bilang cantik kan bohong ya, karena aku tahu istriku tidak suka bila di bohongi, aku kan orangnya jujur....... Betapa tega diriku ini..

Mulai besok aku akan merubah sikapku menjadi lebih baik, menjadi suami yang melindungi juga tak akan jemu memanjakan dirinya dan menjadi ayah yang baik..... ya ini adalah tahun baru hijriah, aku ingin berubah menjadi lebih peka.

Met tahun baru hijriah......