Rabu, 13 Desember 2017

Review Novel BIDADARI UNTUK DEWA

Kamu punya hutang !
Masalah kamu banyak !
Merasa paling menderita !
Merasa paling tersakiti !

Kalau begitu kita sama, he....

Seperti kisah nyata yang diabadikan dalam sebuah novel BIDADARI UNTUK DEWA karya bunda Asma Nadia yang telah launching November 2017 lalu, dalam novel ini di kisahkan tentang seorang pemuda yang lumayan ganteng yang bernama Dewa Eka Prayoga yang terlibat masalah utang, lebih tepatnya bukan utang tapi ganti rugi akibat bisnisnya hancur karena ada orang yang bawa lari modal para investor, pasti kerasa banget nyeseknya, padahal dia orangnya anti utang dan anti riba, tapi yang namanya ujian ya begitulah.

Tak hanya menceritakan tentang bisnisnya saja yang dia mulai dari umur 20 tahun ketika masih kuliah, dalam novel juga dikisahkan tentang bidadarinya bernama Haura (istrinya) yang cantik, imut dan sabar, mulai dari perjumpaan mereka yang romantis dan menggelitik hati, PDKT sampai memenangkan hati sang bidadari, kalian para ihwan yang masih sendiri mungkin bisa ngintip trik untuk mendapat calon istri dari novel ini.

Dalam novel ini juga menceritakan hubungan yang tegang dan pecahnya perang dunia III antara menantu dan mertua, karena bisnis yang hancur setelah 18 hari pasca pernikahan yaitu menantu yang di persalahkan sehingga di anggap membawa sial bagi suaminya, apalagi pada awalnya Haura bukan menantu idaman sang mertua (Ibu Dewa).

Seram ya, bukan hanya itu saja, istrinya juga terdampak teror, ancaman dan rongrongan dari investor apalagi dalam keadaan hamil yang seharusnya pada masa kehamilan mendapatkan ketenangan batin dan perhatian penuh dari suaminya Dewa, namun Dewa sendiri saat itu terpukul keadaan yang membuat dirinya seakan berada diantara sadar dan tidak sadar, lebih banyak mengurung diri dalam kamar.

Dewa yang saat itu terpuruk mendapat dukungan penuh Haura serta teman, nah disaat keadaan seperti ini maka akan ketahuan mana teman yang sebenarnya teman, sehingga dia bisa bangkit dan menemukan potensi diri lalu bagaimana dia menemukan potensi tersebut !! Hm....

Perlahan dia mulai melunasi atau mengganti uang para investor yang jumlahnya mencapai 8 M, jumlah investor juga bukan puluhan tapi ratusan orang, mulai dari investasi jutaan rupiah sampai ratusan juta, dalam novel ini juga di ceritakan bagaimana cara mendahulukan mengganti uang investor yang mana saja, karena bisa saja para investor saling iri dan berebut ingin cepat mendapat ganti rugi dan bisa saja malah menimbulkan masalah yang baru.

Perlahan tapi pasti kehidupan ekonomi mulai membaik, nah di saat kondisi seperti ini para lelaki mulai di uji kesetiannya, kalau menurut saya sih, lelaki mau kurang kaya atau kaya selalu saja ujian wanita dan kesetiaan yang paling berat.

Gimana???
Penasaran gak dengan kisah lengkapnya?

Ada satu lagi nih di ceritakan juga bagaimana Dewa di uji dengan penyakit langka juga mematikan yang hinggap pada dirinya entahlah menurut kalian ini pembersihan dosa atau malah hukuman nanti kalian akan menemukan jawabannya.

Menurut saya novel karya mba Asma Nadia ini dengan tebal sekitar 530 halaman memang seru, inspiratif dan juga bikin penasaran setelah membaca beberapa sub judul sehingga ingin segera menghatamkannya, oiya katanya novel ini termasuk kategori best seller penjualan online dan tidak di jual di toko buku, ketika membaca novel ini serasa teringat sejarah dan mitos Yunani kuno, kalau saya sih malah teringat film saint saiya, karena memang ceritanya berlatar kisah mitologi Yunani seperti adanya istilah panah cupid, kotak pandora, kuda troya, petir odin, rayuan semele, haramain namun juga bernuansa islami ada kisah yang mirip dengan Siti Hajar, Nabi Musa, Nabi Adam.





Kamis, 07 Desember 2017

Reseller Resmi Pejuang Keluarga


Tokoh-tokoh di balik Novel BUD

JADILAH PEJUANG KELUARGA BERSAMA DEWA EKA PRAYOGA UNTUK MEMASARKAN NOVEL TERBARU ASMA NADIA

Kamu membaca halaman ini, karena kamu sebelumnya udah tertarik pengen join jadi pasukan ekslusif penjualan novel Bidadari Untuk Dewa, kan?

Gabung Disini

Simpel aja, alasan paling masuk akal kenapa pejuang keluarga seperti kamu disarankan banget join program ini adalah:
– Modal kecil
– Untung besar
– Tanpa Stock
– Profesi sambilan
– Jejaring luas
– Full support

Dibimbing Langsung Oleh Ahlinya

Orang yang bakal bimbing kamu nanti dikenal sebagai Dewa Selling-nya Indonesia. Udah sering mecahkan rekor penjualan, bahkan 18x juara di setiap kontes penjualan. Nanti kamu bakal serap ilmunya langsung di grup. Asik?

APA UNTUNGNYA JOIN?

Orang cerdas seperti kamu pastinya tahu dan sadar betul apa keuntungan join program ini. Sekarang, coba tanyakan sebaliknya, apa ruginya join:

LANGKA. Coba pikirkan, dimana kamu bisa mendapatkan segudang keuntungan dengan minim modal dan minim risiko selain di program ini? Langka. Benar-benar langka!

SULIT TERULANG. Satu-satunya hal yang yang tidak bisa kami jamin adalah berulangnya program ini di tahun depan. 

KEMURAHAN Bayangkan aja, modal di bawah 200 ribu, untung di atas 1juta. Ini belum termasuk pundi-pundi rupiah dari komisi penjualan, masih dari ilmu penjualan aja.

Malahan, kami akan memberikan kamu BONUS ISTIMEWA!

Iya, BONUS ISTIMEWA!

Selain kamu mendapat keuntungan di atas, kamu pun akan mendapatkan 10 Video Dewa Eka Prayoga, yang berisikan materi:

Copywriting
Bagaimana Membuat Script Iklan yang Menjual senilai Rp 249.000

Story Telling
Rahasia Membuat Cerita yang Mengalir senilai Rp 297.000

Covert Selling
Menjual Tanpa Terlihat Menjual senilai Rp 279.000

Viral Marketing
Formula Konten yang Terbukti Menyebar senilai Rp 179.000

Hypno Selling
Step by Step Melakukan Hipnosis Penjualan senilai Rp 247.000

Teknik Closing
Teknik-Teknik Menutup Penjualan senilai Rp 197.000

Digital Marketing
Cara Merancang Strategi Pemasaran di Era Digital senilai Rp 397.000

Funneling
Mendesain Sales Funnel yang Menghasilkan senilai Rp 349.000

List Building
Strategi Membangun Kolam Uang senilai Rp 374.000

Winning Team
Rahasia Membangun Tim Penjualan yang Produktif senilai Rp 347.000

TOTAL BONUS senilai Rp 2.915.000,-

Mau? Mau? Mau?

“Ya, Saya MAU Join. Berapa Investasinya?”

Jujur, kami bisa saja menawarkan program ini dengan biaya yang sangat mahal, mengingat keuntungan yang kamu dapatkan pun segudang.

TAPI... karena keinginan kami membantu banyak orang di Indonesia, dan kami pun membutuhkan bantuan kamu, maka kami putuskan untuk menawarkan program ini dengan harga HANYA Rp 149.000,-.

Jadi, Anda Cukup Berinvestasi :  

Rp 149.000,- SEKALI BAYAR DOANG. 

TUNGGU!

Kami tahu, kamu ingin sesuatu yang LEBIH...

Oleh karena itu, kami akan memberikan kamu BONUS yang juga menjadi KADO SPESIAL buat kamu yang take action sekarang. Apa itu?

FREE NOVEL BIDADARI UNTUK DEWA senilai Rp 97.000,-

MAU?

Udah, jangan tunggu lagi. Langsung JOIN saja!


MAAF, KAMU DILARANG PROGRAM INI!

Program ini TIDAK DISARANKAN untuk kamu yang tidak sayang keluargamu dan tidak ingin nilai-nilai positif dari Novel Bidadari Untuk Dewa tersebar luas di Indonesia.  

NB:
Pastikan anda mempunyai akun/no telegram karena informasi program ini akan dilakukan melalui telegram.

Kesempatan singkat
7-12 Desember 2017

Segera hubungi No. Wa
0838 2169 1602

Jumat, 24 November 2017

Kontrol Belanja Mainan Anak


Semua anak kecil tentunya doyan mainan ya, hampir setiap saat minta dibeliin mainan, terkadang kesal juga apabila mintanya sambil merengek terus-terusan, apalagi mintanya mainan yang mahal, kita sebagai orang tua sebetulnya ingin mengabulkan semua keinginan anak tentunya, namun perlu juga agak sedikit tega agar anak juga belajar bahwa setiap keinginan mereka tidak bisa selalu di penuhi karena suatu hal.

Kalau saya sebagai emak, lebih selektif dalam memilih mainan untuk Ardaffa, biasanya banyak pertimbangan seperti :
1. Bahannya aman atau tidak
2. Sesuai dengan umur atau tidak
3. Manfaat mainan
4. Keawetannya
5. Ada unsur edukasinya
6. Tidak berbahaya
7. Tidak murahan
8. Tidak mahal

Banyak kan pertimbangannya, jadi kapan belinya kalau begitu mak? 😂
"Maksudnya padahal biar kagak beli gitu, biar emak bisa nabung". Hihi, nabung juga buat anak juga soalnya sebentar lagi sekolah.
Berbeda dengan sang Bapak, biasanya kalau ayah tidak banyak pertimbangan, mau mobil-mobilan, mau pesawat atau mau Tablet, Hp ! yang penting anak senang dan gak rewel, kalau emak kan walaupun tidak banyak membelikan mainan tapi selalu ada untuk menemani anak bermain, itulah sebabnya banyak orang tua yang cekcok gara-gara mainan anak, karena sang suami malas berdiskusi dulu dengan istrinya, karena itu tadi banyak pertimbangan.

Memang kalau anak kecil gampang bosan dengan mainannya, maunya yang baru, ya gini kalau setiap jalan-jalan ke mall selalu melirik mainan yang di pajang, biasanya para emak menghindar atau menolak bila anak ingin melihat mainan yang di pajang, kalau saya justru sebaliknya senang mengajak anak ke toko mainan, lihat-lihat mainan terbaru, memang asyik kaya ke toko buku, di lihat aja, di pegang-pegang tapi gak beli.

Emang si anak ga pengen beli ya?

Tentu saja Ardaffa mau semuanya, tapi untungnya tidak sampai merengek, saya beri penjelasan kalau mainan di rumah banyak, masih bagus dan rumah juga jadi sempit karena penuh dengan mainan, di rumah pun seperti itu saya sering beri penjelasan yang berulang-ulang walau pada awalnya dia tak paham, untungnya sekarang keinginan untuk membeli mainan jadi berkurang, sepertinya saya dan anak memiliki kesamaan yang sama "puas hanya dengan melihat walaupun tidak memiliki". Nah ketika dia ngebet banget pengen mainan, biasanya saya mengalihkan keinginannya dengan mengganti membeli yang lain misalnya dengan membeli makanan kesukaannya seperti ice cream.

Ada tips nih dengan anak yang bosan dengan mainan lamanya, pilah mainan yang sudah tidak di mainkan di kemas lagi bisa dalam box atau kardus kemudian simpan dan jauhkan dari jangkauan anak-anak, setelah beberapa bulan buka lagi mainan yang di sembunyikan tadi, berikan pada anak, pasti anak rindu dengan mainannya dan mulai memainkannya lagi jangan lupa ingatkan anak agar merawat mainannya dengan baik juga ajak anak membersihkan mainannya, bisa dengan menggunakan tisu basah, dengan begitu mainan jadi awet siapa tahu bisa di berikan kepada adiknya kelak  atau orang lain jadi tidak cepat berakhir bersama rongsokan.