Senin, 30 April 2018

Ramadhan Lebih Berkesan Dengan Produktif Menulis

Belum punya rencana di bulan Ramadhan. Ini pilihan terbaik menjadikan Ramadhan Anda lebih berkesan

Tidak terasa sebentar lagi bulan yang dinanti segera hadir di tengah-tengah kita. Apa saja yang sudah dipersiapkan?

Perlu banget ya kita persiapkan segala sesuatunya. Ibaratnya kita seolah akan kedatangan tamu istimewa.

Bulan istimewa ini sering datang dan pergi begitu saja. Tiba-tiba sudah takbiran. Sementara kita belum ngapa-ngapain. Ramadhan berakhir dan kita tidak dapat apa-apa. Ramadhan lewat tapi tidak berkesan.

Mumpung masih belum masuk bulan Ramadhan, baiknya kita siapkan diri dengan cara nambah ilmu tentang Ramadhan, seperti cara puasa yang diterima, tips agar kuat berpuasa, amalan-amalan di bulan Ramadhan, dan siapkan agenda lainnya.

Buat teman-teman yang ingin jadikan Ramadhan ini lebih berkesan, misalnya selama bulan Ramadhan sambil nulis buku supaya saat lebaran sudah siap 1 naskah. Bulan Syawal siap terbit. Ini menyenangkan bukan?

Yuk bikin Ramadhan kali ini berkesan. Tentunya jadi produktif. Tidak cuma jalan-jalan ngabuburit. Mending nambah ilmu dan pahala.

Misalnya, habis shalat 5 waktu lanjut tilawah. Setelah tilawah, nulis buku. Terus dilakukan secara rutin sampai malam takbiran. Dijamin jadi satu naskah.

Tapi bagaimana, gak tau mulai dari mana?

Alhamdulillah sudah ada buku Workbook Ramadhan Produktif sekarang. InsyaAllah step by step-nya akan disampaikan dalam buku ini. Workbook ini akan memandu Anda yang ingin membuat karya selama Ramadhan.

Yuk segera order, karena masa promo akan berakhir 11 Mei 2018, stoknya juga terbatas

Tanya-tanya boleh
Wa 083821691602


Minggu, 29 April 2018

Bekasi itu !!!

Bekasi itu !

Bagiku sebuah kota yang sangat sibuk, padat dan penuh kendaraan berasap

Banyak bangunan berupa gedung menjulang tinggi, yang lebar juga banyak.

Bila malam tiba, lampu bersinar kerlap-kerlip dengan watt tinggi disepanjang jalan raya didepan bangunan-bangunan megah, mall, apartement, hotel dll.

Bekasi itu !

Bersih

Bersih dari sampah, banyak tanaman kecil yang di tanam dipinggir jalan.

Bersih Hanya disepanjang jalan raya besar dan perumahan

Jangan tanya lingkungan rumah warga yang ada di gang kecil dan pinggir sungai.

Bahkan masih saja ada ayam yang bebas berjalan-jalan

Bekasi itu !

Ramai

Disela dan di balik gedung tinggi terselip gang kecil padat dengan rumah warga, ada perumahan dan ada rumah pemukiman rakyat biasa.

Bangunan yang menghadap jalan raya hampir semuanya membuka lapak dagangan, bahkan yang menghadap jalan gang kecil sekalipun.

Sepertinya tak begitu banyak penduduk asli, kebanyakan penghuni kontrakan dan kosan berpetak-petak, ya lebih banyak perantau sepertinya.

Bahkan aku tak tahu warga asli Bekasi dari suku apa ? Yang jelas masih bagian dari jawa barat bukan ! Namun jarang ku temukan teman ngobrol berbahasa Sunda.

Itupun kalau ada mang-mang penjual keliling.

Bekasi itu !

Panas, kalau mandi pun jadi berasa gak mandi

Terkadang juga udaranya dingin kalau hujan seharian dan matahari tak menampakkan sinarnya

Bekasi itu !

Banyak rumah sakitnya

Sedikit klinik dan puskesmas

Bahkan belum pernah kutemui papan nama bertuliskan "Bidan"

Tak seperti kota sebelumnya yang ditinggali, dimana di satu RT terdapat banyak rumah praktek Bidan, sampai bingung mau pilih mana

Bekasi itu !
Tempat tinggalku saat ini

Sama seperti kota besar lainnya.

Ada sisi baiknya dan ada sisi yang kurang baik.

Semoga kota ini lebih banyak berbaik hati, sehingga keluarga kecil kami bisa hidup dengan damai walau hanya sekedar anak rantau.



Jumat, 13 April 2018

Merawat Anak yang Terkena Scabies


Baru saja saya melihat anakku dengan pipi chubby-nya asyik bermain bersama ayahnya sambil mencuci motor basah-basahan, emang kalau anak ketemu air jadinya Mandi... He

Malam harinya apa yang dihawatirkan muncul, aduh Ardaffa kena demam, biasalah kalau emak kurang senang kalau anak main air lama-lama apalagi jika sore hari, hm...mungkin dia masuk angin, oke deh malam ini begadang

Keesokan paginya demamnya sudah turun dan aktif ceria lagi, ya main diluar bersama anak tetangga dan itu pun tak lama, waktu berlalu cepat tibalah untuk mandi sore, Ardaffa dimandikan seperti biasanya, namun dipahanya kutemukan benjolan kecil seperti jerawat, ah mungkin jerawat, tak lama terdengar bisik-bisik tetangga katanya ada satu keluarga yang terkena cacar air, duh kebangetan itu anak tetangga yang kena cacar air dibiarin main diluar sama Ardaffa.

Apa iya kena cacar air ?

Kuperiksa semua dibalik bajunya, ternyata ada beberapa benjolan yang muncul, pasti kena cacar air, Ardaffa mulai menggaruk-garuk Kaki dan tangannya katanya gatal, tapi kok aneh benjolannya kaya telur ikan banyak dan terpusat dikaki, punggung tangan, sikut dan lutut, mesti ke dokter nih.

Tibalah kita ke klinik umum untuk periksa, pak dokter pun mulai melihat kondisi Ardaffa tanpa pemeriksaan detil hanya melihat tangan dan dada,

 "oh ini kena gigitan kutu, scabies" kata dokter

"Jadi bukan cacar air ya !!"

"Kalau cacar air lentingannya berisi air, ini scabies digigit kutu kasur (tungau), ini anaknya tidur di kasur sendiri atau ditetangga !!! " Canda pak dokter "itu kutunya masuk kekulit bikin terowongan dan sangat gatal pada malam hari, baik saya kasih obat cream ya, dioleskan sedikit-sedikit dibagian tubuh yang kena, di awet-awet ya bu, tube creamnya soalnya sedikit isinyah"

"Nanti kasurnya di jemur biar kuman, bakterinya mati" tambahnya lagi

"Baik pak, terimakasih" saya langsung jawab sambil beranjak dari kursi

Sampai dirumah saya langsung cari artikel tentang scabies, ya Allah datang darimana kutunya, apa ketularan dari tetangga (nah ini termasuk buruk sangka) 🙈

ternyata scabies istilah lain dari kudis, baru tahu sekarang yang namanya kudis kaya apa, menimpa anakku lagi dan iya ternyata tungau itu berbahaya, saya tahunya tungau bisa menyebabkan alergi, aduh ini tungau yang ukurannya mikro menggali kulit, bikin terowongan dan bertelur dikulit dengan jumlah ribuan, galian di kulitnya pun membentuk pola, kalau saya lihat sendiri malah lebih mirip rasi bintang, bayangkan betapa tercabiknya hati ini.

Ya untuk sekarang fokus aja pada pengobatan, gimana caranya ni obat pait agar mau diminum, ya untunglah mungkin Ardaffa yang usinya kini lima tahun, mengerti agar cepat sembuh harus minum obat, mungkin dia merasakan bagaimana gatalnya terkena scabies juga benjolan-benjolan kecil seperti jerawat yang tidak enak dipandang dan dia pun mau meminumnya, saya bilang ini obatnya emang pait diminum ya biar cepat sembuh padahal sebelum ini dia paling anti minum obat, mau obat pait atau obat manis, jadi kalau ke dokter obatnya dibuang.

Selain di beri obat oral juga setiap sehabis mandi pagi dan sore dioleskan cream secara rutin dan alhamdulillah berselang tiga hari sudah mau sembuh, benjolannya menjadi menghitam, mengering dan mengelupas dengan sendirinya, sekarang sudah semingggu lebih kulit luar bekas kena scabies perlahan mengelupas dan bekas spot hitamnya menghilang.

Oiya saya sengaja tidak mengambil gambar kulit yang terkena scabies, soalnya gak tega...

Setelah scabies kini penyakit lain muncul, mau gimana lagi ya terima saja, kini anakku terkena cacar air, sedihnya itu kalau sakit dengan jarak berdekatan membuat berat badan berkurang dengan cepat dan perlu waktu buat naikkin lagi.

Kadang saya heran sama beberapa orangtua yang senang bila anaknya terkena cacar dan malah membiarkan anak-anak mereka berkeliaran bermain diluar rumah tanpa menghawatirkan anak lainnya, katanya cacar air gak bisa dihindari, pasti kena juga.

anak sendiri lagi flu ringan saja, saya larang untuk bermain bersama anak lain, mungkin saja bisa menulari, selama bisa dicegah kenapa enggak,

Kalau saya sih hawatir, meskipun cacar air bisa sembuh dengan sendirinya namun gelaja demam dan batuk-batuk juga turut menyertai namun tingkat gejala pada tiap anak berbeda dan pastinya kudu pergi ke dokter lagi.

Pak, bu dokter, tunggu kita ya...
Kita mau bagi2 rezeki nih... 😁





Kamis, 12 April 2018

Penyemangat Hari dari Dewa Selling

Dewa Eka Prayoga:
Lagi pengen curhat dan ngungkapin isi hati, semoga menginspirasi. Bismillah....

Jadi gini, seperti yang sering Saya katakan, kalau mau sukses membangun bisnis di jaman now, apalagi di era digital dan maraknya penggunaan media sosial, maka salah satu kunci keberhasilannya adalah satu, yakni JANGAN BAPER.

Ya, kita gak boleh baper sama omongan, cibiran, dan nyinyiran orang. Sikap cuek sangat diperlukan untuk menangkal hal buruk tersebut.

By the way, Saya ngomong begini bukan karena so bijak. Justru, alasan ngasih wejangan begini karena saya pribadi sering dinyinyir dan dicibir sama orang. Saking seringnya, udah kebal. Gak gefek. hehe 🔥

Bayangin aja....

Ngajarin orang, dikatain sotoy lah...
Sharing tiap hari, disangka modus lah...
Bangun bisnis banyak, dikira rakus lah...
Jualan affiliate, dicap ngelacur diri lah..
Ngadain event gratisan, dicurigain abis lah...
Buat event berbayar, dituduh jual ilmu lah...

...dan lain-lain.

Ughhh! Banyak banget. Saking banyaknya, sampe lupa apa aja. 🙈

Ya, itulah yang sering Saya rasakan.... mungkin juga Anda.

Mereka hanya bisa meihat apa yang terlihat. Maksudnya?

Coba perhatikan fenonena gunung es.

Seperti yang mungkin Anda tahu, yang muncul ke permukaan cuma dikit. Bener gak? Dan itulah yang terlihat oleh mata telanjang. Sementara bagian bawahnya, sangat besar. Dan itu tidak terlihat di permukaan. Kebayang?

Begitu pula dengan apa yang sedang kita lakukan & perjuangkan sekarang...

Yang orang lihat adalah kita jualan, mereka gak lihat apa niat kita di belakangnya..

Yang orang lihat adalah kita bisnis, mereka gak lihat apa niat kita di belakangnya...

Kita jualan gila-gilaan, karena pengen terbebas dari riba. Itu yang mereka gak lihat...

Kita bisnis siang & malam, karena pengen bermanfaat buat banyak orang. Itu yang mereka gak lihat...

Ya, bisa jadi yang mereka lihat dari kita hanya sekadar uang, uang, dan uang. Seakan-akan, kita ini mata duitan, tiap hari mikirnya cuma duiiiiiiiiiit mulu. Bener gak? Naudzubillahi min dzaaliik...

Sekali lagi, yang mereka lihat adalah sesuatu yang nampak di permukaan, yakni uang. Sementara mereka tidak bisa melihat sesuatu yang ada di bawahnya. Apa itu? NIAT TERSELUBUNG kita.

Mereka gak mengerti sanad berpikir kita...

Kalau jualannya rajin, maka uangnya bisa banyak. Kalau uangnya banyak, kan sedekahnya bisa banyak. Kalau sedekahnya banyak, kan ibadahnya bisa totalitas. Kalau ibadahnya totalitas, kan Allah makin sayang. Kalau Allah udah sayang, Allah akan ridho. Kalau Allah udah ridho, itulah kebahagaian terbesar hidup kita. Bonusnya adalah surga. Bukankah demikian yang kita inginkan?

Ya, dalam melakukan sesuatu, niatnya harus lurus, bener, besar, dan luas. Harus sampe ke Allah...

Nah, niat terselubung itu, mereka (tukang nyinyir) gak akan tahu. Lagian, ngapain juga ngasih tahu. Cukup Allah saja yang tahu. Minta sama Allah agar dikuatkan dan bisa istiqomah dalam kebaikan.

Ingat, mereka gak tahu dan gak bisa ngelihat sesuatu di bawah permukaan... niat kita.

Maka, selain jangan baperan, penting buat kita untuk senantiasa menjaga niat ini agar tetap lurus, bener, besar, dan luas. Kalau udah gini ceritanya, cibiran orang emang gue pikirin. Gampangnya, gw ngelakuin ini bukan untuk lo!

Dan pesan untuk kita semua, jangan juga terjebak dalam aktivitas nyinyir-menyinyir ini, apalagi sampai menghardik dan mengecap orang lain salah. Ingat, dosa kita banyak. Banyakin istighfar aja. Coba pindahin waktu nyinyirnya ke sesuatu yang positif. Jangan merasa paling mulia. Bisa jadi orang yang kita nyinyir itu ibadahnya lebih taat ketimbang kita. Dan bisa jadi orang yang kita nyinyir itu kedudukannya di sisi Allah lebih mulia dibandingkan kita.

Stop baper. Stop nyinyir. Dan teruslah memperbaiki diri....