Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2018

KESEHATAN MATA PENGARUHI PRESTASI ANAK

Waktu kecil saya melewatkan masa belajar Taman Kanak-kanak karena memang pada waktu itu belum zamannya sekolah TK wajib,  jadi saya memulai pendidikan formal pertama kali dengan memasuki Sekolah Dasar pada usia 7 tahun, walupun begitu, masa kecil saya bahagia dan ceria karena saya juga memiliki teman sepermainan dan mendapat pendidikan dari ibu saya seperti menulis, berhitung dan membaca.

Saya tak begitu ingat ketika awal masuk sekolah, yang jelas saya melewati beberapa pelajaran terasa ringan dan tanpa beban, tau-tau diakhir triwulan mendapat peringkat dua, oiya jadi ketahuan ya kalau saya anak zaman old karena disekolah masih pakai hitungan triwulan (tiga bulan) itu pada tahun 1990 an.

Prestasi disekolah memang cukup bagus terutama dari kelas 1-4, semua itu berkat bimbingan ibu yang selalu mengingatkan untuk belajar, membaca buku dan mengajarkan matematika dasar.

Namun prestasi tersebut tak bertahan lama, ketika memasuki kelas 5 dan 6 SD, peringkat kelas mulai turun, nah pada saat itu saya mengalami masa titik jenuh belajar. Malas itulah sebabnya, ditambah lagi dengan posisi tempat duduk dibelakang dan saat itu saya merasa penglihatan mulai kabur, tidak bisa melihat tulisan dipapan tulis dengan jelas. Jadi seringkali saya ketinggalan ketika menulis akhirnya pelajaran pun tertinggal dan ketika guru menerangkan soal hitungan jadi tidak mengerti. Saya hanya berpikir mungkin terlalu jauh posisi duduknya, padahal kenyataannya saya menderita rabun jauh atau miopi.

Ya namanya juga anak SD zaman dulu gak tahu benar fungsi kacamata sebenarnya, tak tahu penyakit mata dan saya juga tak pernah mengeluh pada orangtua tentang hal ini dan saya baru pakai kacamata pada saat kuliah.

Setelah lulus SD saya melanjutkan pendidikan ke SMP, saat itu saya memilih bangku paling depan, niatnya agar bisa melihat papan tulis dengan jelas, namun naas walaupun sudah duduk didepan tetap saja tak kelihatan, berarti udah parah ini rabun. Lebih parah lagi prestasi juga anjlok. Ketika di SMA pun sama, melewati setiap pelajaran dengan mata rabun dan berkunang-kunang juga prestasi ambruk. Jangan tanya sekarang saya jadi apa.. he.

Semoga dari kejadian masa lalu, saya bisa lebih baik memperhatikan kondisi kesehatan anak sendiri, seperti kesehatan mata. Memperhatikan prestasi anak memang penting jangan sampai menyalahkan atau membuat kesimpulan si anak malas belajar atau kurang perhatian terhadap pelajarannya disekolah. Bisa jadi ada masalah pada penglihatan pada anak karena mungkin ada anak yang enggan mengeluh.

Apa yang seharusnya dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan mata bagi buah hati :

  1. Berikan makanan yang bergizi dan mengandung Vitamin A
  2. Atur waktu penggunaan Gadget
  3. Membaca buku dengan pencahayaan yang cukup
  4. Atur jarak ketika membaca dan menonton TV
  5. Rutin periksa mata ke dokter

Jika terjadi kondisi dimana anak mulai tidak fokus saat melihat sesuatu, terlebih saat mengeluh tidak bisa melihat tulisan dipapan tulis, suka menonton tv dengan jarak dekat, sering sakit kepala, mengeluhkan penglihatan ganda dan sering menyipitkan mata saat melihat objek tertentu, maka segeralah pergi ke dokter mata.

Menurut American Academy Of Opthalmology Dan American Association For Pediatric Opthalmology And Strabismus anak harus diperiksa mata ketika :


  1. Sejak awal dilahirkan, dengan tujuan mendeteksi apakah ada tanda-tanda kelainan penglihatan, terlebih bila ada riwayat gangguan penglihatan pada keluarganya atau bayi lahir prematur
  2. Berusia antara 6 bulan - 1 tahun, melsayakan pemeriksaan lanjutan
  3. Usia 3 - 3,5 tahun, dengan melsayakan tes ketajaman mata
  4. Usia 5 - 6 tahun, pada rentang usia ini adalah masa paling rentan bagi anak untuk mengembangkan rabun jauh, karena itu di usia dini anak perlu periksa mata setiap dua tahun sekali.



Jumat, 20 Juli 2018

Lomba Daur Ulang Barang Bekas

Halo sahabat bobo semuanya !

Cung mana yang hobinya membuat kerajinan tangan??

Cung yang suka ngumpulin barang bekas pakai??

Cung mana yang suka pelajaran seni di sekolah??

Bila biasanya bobo mengadakan lomba mewarnai, Kali ini bobo mengajak sahabat bobo untuk membuat kerajinan tangan dari barang bekas, bahannya boleh apa saja. Bebas ya, bisa kardus bekas, koran bekas, botol bekas, baju bekas dan lain-lain. Yakin deh anak yang suka gambar itu kreatif dan suka yang namanya keindahan.

Jangan lupa untuk membawa perlengkapan seperti gunting, lem, tali dan perlengkapan lain yang sahabat bobo perlukan.

Kenapa harus dari bahan bekas ?
Karena selain murah dan mudah untuk didapat, mendaur ulang barang bekas dapat membantu sahabat bobo terutama anak-anak agar lebih mencintai lingkungan, bisa memilah sampah yang dapat didaur ulang, mengajarkan anak berhemat, dengan mendaur ulang tentunya barang lama bisa dipakai lagi, atau tidak harus membeli mainan baru karena anak bisa membuat mainannya sendiri selain itu bisa melatih kreatifitas anak.

Jangan bingung mau bikin apa? Karena sekarang sudah zamannya internet, bisa cari referensi membuat kerajinan dari youtube, instagram atau dari pinterest. Jadi adanya internet jangan hanya dimanfaatkan untuk main sosmed atau main game online.

Bisa jadi kesibukan anak dalam mendaur ulang barang bekas bisa mengurangi ketergantungan anak pada gadget.




Minggu, 08 Juli 2018

Sadar Gizi dan Nutrisi

Sejak beredarnya artikel mengenai produk susu kental manis pada bulan Juli 2018 telah membuat warganet terhenyak tak percaya, apa pasal?? Karena produk tersebut ternyata tak mengandung susu sama sekali.

Pantas saja badan saya tidak tumbuh tinggi, malah melebar ke samping, he....

Setelah sekian puluh tahun kita sebagai konsumen diprovokasi dengan iklan produk tersebut. Sebagai target market mereka, ya kita nurut saja apa isi pesan yang terkandung dalam iklan, dimana disitu anak-anak dilibatkan sebagai icon, Tak heran banyak orangtua yang terkecoh dan menganggap produk tersebut bagus untuk menambah nutrisi anak karena ada kalsium dari susu, terutama masyarakat menengah kebawah karena harganya terjangkau dan masyarakat yang kurang sadar gizi dan nutrisi.

Nah, kalau sudah terlanjur seperti ini mau bagaimana lagi, kita sudah terlanjur banyak mengkonsumsi produknya, sudah memberikannya pada anak-anak, hemat saya tak perlu cemas, lebih baik mulai sekarang lebih hati-hati dalam memilih produk dalam kemasan, perhatikan juga label gizi dalam setiap kemasan terutama makanan olahan.

Seperti kita tahu produk susu memanglah tidak murah seperti produk susu bubuk untuk pertumbuhan anak (dulu juga sempat ada kasus penemuan bakteri dalam susu bubuk, namun kasusnya seperti menguap begitu saja).

Ada juga produk minuman susu dengan harga yang terjangkau, seperti susu sapi segar (sulit didapat karena jauh dari peternakan), susu pasteurisasi dan susu UHT.

Banyak pilihan untuk para orangtua dalam memenuhi gizi dan nutrisi bagi anak, mau pilih yang mahal ada, yang terjangkau juga ada. Namun susu bukan syarat mutlak untuk dikonsumsi karena ada sumber makanan lain yang yang mengandung kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi, Selain itu, kalsium juga penting untuk kerja otot, sel, dan saraf.

Berikut ini makanan yang mengandung kalsium (dikutip dari halosehat.com) :

1. Sarden
Dalam 60 gram sarden kaleng, mengandung kalsium sebanyak 240 mg, kalsium banyak terdapat dalam tulang ikan, jadi jangan dibuang.

2. Ikan teri
Sama seperti sarden, ikan teri mengandung kalsium yang terdapat dalam tulangnya, jadi jangan dibuang tulangnya (cape).

3. Telur
Dalam satu butir telur besar (50 gram) terkandung kalsium sebanyak 27 mg.

4. Brokoli
Selain kalsium, brokoli juga merupakan sumber vitamin C yang baik. Dalam 120 gram brokoli mentah, Anda bisa mendapatkan 112 mg kalsium.

5. Kale
Kale juga merupakan salah satu sayuran berdaun hijau yang kaya akan kalsium. Selain itu, kale juga mengandung vitamin C, vitamin A, dan vitamin K. Dalam 50 gram kale mentah terkandung kalsium sebanyak 32 mg.

6. Bayam
Dalam setengah gelas bayam (125 ml) terkandung kalsium sekitar 130 mg. Sama seperti brokoli, bayam juga mengandung mineral dan vitamin lain, seperti zat besi, vitamin A, vitamin C, dan lainnya.

7. Bokcoy
Bokcoy atau juga dikenal sebagai pakcoy menjadi salah satu sayuran hijau yang mengandung kalsium. Dalam 50 gram bokcoy mentah terkandung kalsium sebanyak 20 mg. Selain itu, bokcoy juga mengandung mineral dan vitamin lain, seperti vitamin A, vitamin C, dan kalium.

8. Lettuce
Dalam 50 gram lettuce terkandung kalsium sebanyak 19 mg.

9. Edamame
Mengandung kalsium dan juga tinggi protein. Sebanyak sembilan asam amino esensial terkandung dalam edamame. Edamame juga mengandung serat yang baik untuk kesehatan pencernaan Anda.

10. Kacang almond
Selain sebagai sumber kalsium, kacang almond juga ternyata mengandung protein tinggi, vitamin E, dan kalium. Walaupun kacang ini juga mengandung lemak, tetapi jenis lemak yang terkandung adalah lemak baik yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Dalam 30 gram kacang almond terkandung kalsium sebanyak 75 mg.

11. Tofu
Tofu juga merupakan salah satu makanan olahan kacang kedelai. Sebanyak 120 gram tofu mengandung 126 mg kalsium. Jumlah yang cukup banyak bukan? Selain itu, tofu juga menjadi sumber protein yang baik bagi para vegetarian.

12. Jeruk
Ternyata jeruk juga merupakan sumber kalsium. Dalam 150 gram jeruk terkandung sebanyak 60 mg kalsium. Buah lain juga ada yang mengandung kalsium tetapi tidak sebanyak jeruk, seperti buah pisang, apel, dan raisin (anggur kering).

13. Daun Bawang
Daun Bawang mengandung energi sebesar 29 kilokalori, protein 1,8 gram, karbohidrat 5,2 gram, lemak 0,7 gram, kalsium 55 miligram, fosfor 39 miligram, dan zat besi 7 miligram.  Selain itu di dalam Daun Bawang juga terkandung vitamin A sebanyak 1365 IU, vitamin B1 0,09 miligram dan vitamin C 37 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Daun Bawang, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 67 %.

Jadi bukan hanya susu ya, jadi jangan khawatir bagi yang tidak suka susu, namun bagi bayi susu sangatlah penting terutama asi.

Kamis, 03 Mei 2018

Melindungi Anak dari Benda Elektronik


Baru saja tanggal 1 Mei kemarin seluruh dunia memperingati hari buruh internasional, sebenarnya saya juga buruh tapi tidak berani mogok kerja, saya memilih jalan-jalan ke mall saja sambil nongkrong di tempat makan, apa jadinya rumah ini jika saya ikut-ikutan mogok kerja, cucian bakal tambah numpuk, ruangan kotor dan berantakan, anak pun dekil. 😁

Oiya tanggal 1 Mei juga film Car 3 pertama kali muncul di fox movie, gak nunggu lama buat muncul di TV apalagi film Car merupakan film favorit Ardaffa, mungkin sebentar lagi infinity war juga bakal segera tanyang.

Jujur ya dengan quota engap-engapan kurang suka buka youtube, apalagi saya tidak membiasakan anak buat nonton di Ponsel, boleh cek di Ponsel saya gak ada game dan video kartun, bahkan Ardaffa sendiri yang sering larang saya main Ponsel.

Kalau nonton TV boleh, tapi biasanya Ardaffa kurang suka nonton kecuali kalau ada film kesukaannya.

Sempat dulu beli DVD Player apa Home Theatre ya, soalnya kurang ngerti juga dengan dunia elektronik masa kini, berbeda dengan suami yang kekinian banget, dia suka musik kalau saya sekarang kurang suka, dengan bertambah usia jadi lebih suka ketenangan dan kurang suka berisik.

Nah pada saat punya benda tersebut mulailah beliin anak DVD mulai dari yang isinya pengenalan agama islam berupa nyanyian dan film anak sampai dengan film-film kartun, ya tujuannya mengenalkan dunia islam agar anak lebih islami dengan metode belajar yang menyenangkan ya lewat video tadi.

Namun ya namanya juga manusia walaupun masih anak-anak tahu mana yang menyenangkan dan seru dan mana yang cepat bikin bosan, akhirnya Ardaffa lebih sering meminta diputarkan film kartun robocar poli, kalau tidak dituruti tantrumnya keluar, hadeuh...

Sudah berhasil menjauhkan anak dari ponsel malah jadi suka nonton film, akhirnya saya bilang sama suami, "Yah, saya gak kebagian nonton TV, dipake nonton film terus sama Ardaffa".
Senangnya punya suami yang pengertian akhirnya suami memutuskan untuk menjual benda tersebut, tak lama ngiklan di Market Place langsung ada pembeli yang datang ke rumah padahal benda itu kesayangan suami.

Demi anak dan istri... He...

Setelah itu terkadang Ardaffa minta nonton flm kartun yang ada di DVD, ya mau gimana lagi gak diturutin kan sudah tidak ada pemutarnya, akhirnya Ardaffa lupa dan menjadikan DVD buat mainan dilempar dan diterbangkan.

Untuk pendidikan agama ya kembali mengajarkan secara langsung dengan bercerita, karena ternyata anak lebih suka mendengarkan cerita dari ibunya langsung dengan sedikit candaan dan dongeng ketika mau tidur, karena biasanya anak akan lebih tenang dan mau mendengar saat menjelang tidur. Kalau siang hari mana mau dengar dongeng maunya main terus.

Mungkin bagi sebagian orang sudah bisa menghilangkan TV dari rumahnya, namun saya belum bisa, saya menganggap buat hiburan semata dan sarana untuk mendapat informasi. Namun sepertinya acara yang tayang sekarang ini banyak yang kurang bermutu dan didominasi oleh iklan.

Hm... Akhirnya saya memutuskan untuk pasang KVision dirumah, padahal rekomendasi dari suami sudah lama sih namun saya sering menolak, soalnya sayang juga uangnya mending buat jajan baso aja.. hahahaha...

Ya namun saja juga ngerti dengan hobi suami yang senang nonton bola, akhirnya ya saya izinkan untuk pasang juga.

Namun kekhawatiran lain muncul, beberapa channel movie muncul sepaket dengan channel bola, disana kan gak disensor jadi harus hati-hati juga saat menonton bareng anak.

Amannya sih nonton chanel national geographic wild, walaupun hewaan-hewanya telanjang semua,he...

Mungkin sebentar lagi saya akan usul ke pak suami untuk menghilangkan beberapa channel movie agar tak tertonton anak atau pasang password biar aman. He

PR selanjutnya baca ulang Manual Book bawaan Kvision.





Jumat, 13 April 2018

Merawat Anak yang Terkena Scabies


Baru saja saya melihat anakku dengan pipi chubby-nya asyik bermain bersama ayahnya sambil mencuci motor basah-basahan, emang kalau anak ketemu air jadinya Mandi... He

Malam harinya apa yang dihawatirkan muncul, aduh Ardaffa kena demam, biasalah kalau emak kurang senang kalau anak main air lama-lama apalagi jika sore hari, hm...mungkin dia masuk angin, oke deh malam ini begadang

Keesokan paginya demamnya sudah turun dan aktif ceria lagi, ya main diluar bersama anak tetangga dan itu pun tak lama, waktu berlalu cepat tibalah untuk mandi sore, Ardaffa dimandikan seperti biasanya, namun dipahanya kutemukan benjolan kecil seperti jerawat, ah mungkin jerawat, tak lama terdengar bisik-bisik tetangga katanya ada satu keluarga yang terkena cacar air, duh kebangetan itu anak tetangga yang kena cacar air dibiarin main diluar sama Ardaffa.

Apa iya kena cacar air ?

Kuperiksa semua dibalik bajunya, ternyata ada beberapa benjolan yang muncul, pasti kena cacar air, Ardaffa mulai menggaruk-garuk Kaki dan tangannya katanya gatal, tapi kok aneh benjolannya kaya telur ikan banyak dan terpusat dikaki, punggung tangan, sikut dan lutut, mesti ke dokter nih.

Tibalah kita ke klinik umum untuk periksa, pak dokter pun mulai melihat kondisi Ardaffa tanpa pemeriksaan detil hanya melihat tangan dan dada,

 "oh ini kena gigitan kutu, scabies" kata dokter

"Jadi bukan cacar air ya !!"

"Kalau cacar air lentingannya berisi air, ini scabies digigit kutu kasur (tungau), ini anaknya tidur di kasur sendiri atau ditetangga !!! " Canda pak dokter "itu kutunya masuk kekulit bikin terowongan dan sangat gatal pada malam hari, baik saya kasih obat cream ya, dioleskan sedikit-sedikit dibagian tubuh yang kena, di awet-awet ya bu, tube creamnya soalnya sedikit isinyah"

"Nanti kasurnya di jemur biar kuman, bakterinya mati" tambahnya lagi

"Baik pak, terimakasih" saya langsung jawab sambil beranjak dari kursi

Sampai dirumah saya langsung cari artikel tentang scabies, ya Allah datang darimana kutunya, apa ketularan dari tetangga (nah ini termasuk buruk sangka) 🙈

ternyata scabies istilah lain dari kudis, baru tahu sekarang yang namanya kudis kaya apa, menimpa anakku lagi dan iya ternyata tungau itu berbahaya, saya tahunya tungau bisa menyebabkan alergi, aduh ini tungau yang ukurannya mikro menggali kulit, bikin terowongan dan bertelur dikulit dengan jumlah ribuan, galian di kulitnya pun membentuk pola, kalau saya lihat sendiri malah lebih mirip rasi bintang, bayangkan betapa tercabiknya hati ini.

Ya untuk sekarang fokus aja pada pengobatan, gimana caranya ni obat pait agar mau diminum, ya untunglah mungkin Ardaffa yang usinya kini lima tahun, mengerti agar cepat sembuh harus minum obat, mungkin dia merasakan bagaimana gatalnya terkena scabies juga benjolan-benjolan kecil seperti jerawat yang tidak enak dipandang dan dia pun mau meminumnya, saya bilang ini obatnya emang pait diminum ya biar cepat sembuh padahal sebelum ini dia paling anti minum obat, mau obat pait atau obat manis, jadi kalau ke dokter obatnya dibuang.

Selain di beri obat oral juga setiap sehabis mandi pagi dan sore dioleskan cream secara rutin dan alhamdulillah berselang tiga hari sudah mau sembuh, benjolannya menjadi menghitam, mengering dan mengelupas dengan sendirinya, sekarang sudah semingggu lebih kulit luar bekas kena scabies perlahan mengelupas dan bekas spot hitamnya menghilang.

Oiya saya sengaja tidak mengambil gambar kulit yang terkena scabies, soalnya gak tega...

Setelah scabies kini penyakit lain muncul, mau gimana lagi ya terima saja, kini anakku terkena cacar air, sedihnya itu kalau sakit dengan jarak berdekatan membuat berat badan berkurang dengan cepat dan perlu waktu buat naikkin lagi.

Kadang saya heran sama beberapa orangtua yang senang bila anaknya terkena cacar dan malah membiarkan anak-anak mereka berkeliaran bermain diluar rumah tanpa menghawatirkan anak lainnya, katanya cacar air gak bisa dihindari, pasti kena juga.

anak sendiri lagi flu ringan saja, saya larang untuk bermain bersama anak lain, mungkin saja bisa menulari, selama bisa dicegah kenapa enggak,

Kalau saya sih hawatir, meskipun cacar air bisa sembuh dengan sendirinya namun gelaja demam dan batuk-batuk juga turut menyertai namun tingkat gejala pada tiap anak berbeda dan pastinya kudu pergi ke dokter lagi.

Pak, bu dokter, tunggu kita ya...
Kita mau bagi2 rezeki nih... 😁





Selasa, 22 Agustus 2017

Mau Imunisasi Saja Repot

Hari ini minggu ke empat di bulan Agustus, dimana program pemerintah yaitu imunisasi MR (campak dan rubela) gencar digalakan dan akan berakhir di akhir bulan September 2017.

Tentunya saya sebagai ibu merasa imunisasi ini cukup penting mengingat ancaman bahaya dari penyakit menular ini, saya pun menunggu informasi di wilayah yang saya diami untuk nantinya mendapat undangan atau ajakan imunisasi untuk anak saya di posyandu, namun informasi tersebut tak kunjung datang, posyandunya juga gak tahu ada dimana, pernah sih beberapa bulan yang lalu ada ibu Rt yang ngedata keluarga datang ke rumah biasalah nanya nama-nama anggota keluarga siapa aja nanya BPJS udah punya belum, terus ngajak ke posyandu, terus saya tanya posyandunya dimana?, bu Rt nya cuman jawab "oh masih baru ya di sininya nanti aja" masa jawabnya gitu sambil berlalu pergi.

Dari pada keburu lupa, lalu saya dan anak saya pada hari ini mendatangi Puskesmas UPTD Perumnas I kota bekasi, gedungnya besar, lumayan bersih banyak yang parkir mobil dan sepeda motor, kita kesana berniat untuk imunisasi campak, namun apa yang saya dapatkan, penghinaan, penolakan dan penghianatan... Hahahaha masa iya, bukanlah... Bercanda...

Apa yang saya dapatkan ternyata penolakan dari pihak puskesmas penerima pendaftaran pasien, katanya kalau umur anaknya empat tahun harus Imunisasi lewat posyandu tidak bisa di sini, malah saya di suruh cari kader posyandunya... Mau cari dimana coba !!!! Masa harus nyari di toko besi.

Ya udahlah kalau saya orangnya males berdebat, males beralasan, saya bilang saja "iya" ke petugasnya dan kita pun pulang dengan kecewa, sebenarnya saya yang kecewa Kalau anak saya mah biasa-biasa aja. Pokoknya benar-benar kecewa, capek bela-belain jalan kaki ke puskesmas beberapa Km, jauh, mana panas, duit pas-pasan, gak ada ongkos buat naik gojek cuma cukup buat jajan di indomaret.

Coba kalo pas di giniin teh pas lagi banyak duit, mampir dulu lah kita ke emmol shopping, jajan sama naik odong-odong kan jadinya gak akan terlalu gendok, ya mungkin belum waktunya kali ya, cobaan di terima aja dan sekarang saya bingung harus imunisasi kemana. Sudah jelas di iklan di informasikan yang mau imunisasi datangi posyandu, puskesmas, sekolah, tak tahunya jadi ke makan iklan kaya gini............#@! Surakan 3X

Jumat, 04 Agustus 2017

Ayo Belajar disiplin Nak

SIAP GERAK...
SETENGAH LENCANG KANAN... GRAK

SIAP GRAK..

MAJU JALAN

Kiri.. kanan.. kiri kanan kiri kanan.

BERHENTI... GRAK..

Begitulah komando yang di berikan komandan pada pasukanannya, terlihat tegas, kompak dan tanpa ada kesalahan. Tentunya semua berkat latihan, kerjasama dan kedisiplinan komandan dan pasukannya.

Bagaimana kalau di rumah juga berlaku aturan seperti dalam baris berbaris dan saya yang jadi komandannya, cukup keluar komando saja, semua langsung dikerjakan, dan tak perlu ada urat yang keluar.

"Dedek mandi sendiri" Grak
"Dedek makan sendiri" Grak
"Dedek tidur siang sendiri" Grak

Hahahaha...
Berhayal kebangetan...

Ya tidak mungkin anak umur 4 tahun mau langsung nurut yang dikomandokan begitu, lagi-lagi mama yang harus sabar juga disiplin agar anak mau belajar disiplin tidak perlu banyak-banyak cukup sedikit mau di atur sudah cukup mengurangi stres mama.

Berikut ini beberapa hal yang diberlakukan agar bisa sedikit disiplin :

Tidur
Bagi Ardaffa boleh bangun siang, asal tidak melewati waktu sarapan tapi bagi mamanya harus bangun lebih pagi dan jangan tergoda untuk tidur lagi karena melihat anak masih tidur.

Mandi
Ajak mandi anak dua kali sehari pagi dan sore dengan menggunakan air dingin, kalau Ardaffa harus mandi dulu sebelum sarapan, karena setelah mandi badan dingin dan segar biasanya makan lebih lahap.

Makan
Memberi sarapan anak sebelum jam 09.00 pagi dan tidak boleh minum susu sebelum makan maka mama harus sigap masak. Makan minum harus duduk, tidak memaksa anak ketika tidak mau makan, ya biarkan saja, tidak makan nasi sehari dua hari tidak akan bikin anak kurang gizi, asalkan ada makanan lain yang dimakan.

Membereskan mainannya sendiri
Waktu bermain dengan mainannya tidak saya batasi, boleh dari pagi sampai sampai tidur lagi, bisa jadi mainannya berserakan dimana-mana, namun ketika sore hari Ardaffa harus  membereskan mainannya karena ayah akan segera pulang kerja dan ia pun menurut saja dan dia boleh bermain dengan dua atau tiga buah mainannya saja.

Lantas bagaimana Cara mendisiplinkan sikapnya, kembali lagi bagaimana cara orangtuanya bersikap, karena anak adalah peniru yang ulung.

Bagaimanapun setiap ibu memiliki caranya masing-masing dalam mendisiplinkan dirinya dan anaknya, ada yang keras atau lemah lembut, kalau menurut saya sih asal tidak menyakiti atau membuat anak stres.

Oiya satu lagi yang saya biasakan yaitu walaupun anak saya cowo, ketika pipis dibiasakan dengan posisi jongkok selain menyehatkan juga merupakan Sunah.

Yeah, dapet piala karena sudah jadi anak sholeh


Rabu, 17 Mei 2017

Tertipu Dongeng

Hal yang paling kuingat bersama ibu waktu masih kecil adalah cerita sebelum tidur, beliau sering menceritakan kisah tentang para Nabi, sangat senang mendengarnya, ada lagi dongeng sinderela, putri salju, timun mas, sangkuriang, malin kundang dan dongeng yang paling kusuka adalah dongeng sakadang kuya jeung sakadang monyet (seekor kura-kura dan seekor monyet), saking sukanya terkadang dongeng tersebut di ulang-ulang, sampai ibu agak kesal karena aku sering meminta di ceritakan dongeng saat mau tidur.

Sejak saat itu jadi suka cerita-cerita fiksi, fantasi dan  senang nonton film kartun. Kalau zaman dulu di rumah punya tv 14'' masih hitam putih dan acaranya pun cuman ada TVRI, masih ingat dulu ada tayangan film dari luar negeri, ya mirip-mirip drama musikal tentang dongeng Putri Salju, Cynderela, Rapunzel, Beauty and the beast, Jack dan kacang ajaib, Aladin, putri tidur, kisah putri dan kacang polong, Puss in boot, Putri duyung, hansel and gretel. Sampai sekarang pun saya masih suka film kartun, film fantasi dan tidak suka nonton sinetron.

Semua cerita tersebut memiliki kesamaan pada akhir kisahnya yaitu happily ever after (bahagia selamanya) terutama cerita tentang para putri yang bertemu dengan pangerannya dan berakhir dengan pernikahan dan bahagia selamanya, kecuali kisah putri duyung yang kisah cintanya berakhir dengan pengorbanan menjadi buih di lautan.

Tanpa sadar semua kisah tersebut terunduh dan membangkitkan imajinasi kemudian di terapkan dalam kehidupan nyata, kemudian timbullah keinginan atau angan suatu saat nanti bisa menemukan seorang pangeran yang tampan, gagah, berani, baik hati dan setia, kemudian menikah dan hidup bahagia selamanya. Selain itu juga berimajinasi memiliki kekuatan super juga hal yang menyenangkan.

Begitu naif, sampai terbawa-bawa sampai dewasa. kehidupan nyata ternyata tak seindah apa yang di ceritakan dalam sebuah dongeng, tidak sesederhana dan seindah kisah sang putri dan pangeran.

Kehidupan rumah tangga memang penuh rintangan dan tantangan, sangat mungkin terjadinya konflik atau bahkan perbedaan pendapat, namun dengan adanya komitmen untuk sama-sama saling menguatkan dan menjaga keutuhan, semua masalah dapat teratasi.

Andai dari awal aku tak terlalu terpengaruh dengan cerita cerita dongeng putri dan pangeran dan hanya menganggap dongeng tersebut sebagai pengantar tidur saja, mungkin tak akan terlalu berharap kehidupan pernikahan akan selalu mulus dan tidak terlalu shock dengan masalah yang timbul dengan tiba-tiba. Memang terlambat tapi masih bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang.

Bagaimanapun dongeng tersebut tak menceritakan kehidupan setelah pernikahan, dan kisah yang patut di teladani adalah kisah para nabi dan rasul, dimana kisah kehidupan dalam rumah tangga pun ada kisahnya dan nyata. Namun para orang tua jarang menceritakan kisah para Nabi entah karena kurang tahu kisahnya atau merasa anak hanya perlu cerita-cerita yang menyenangkan. Beruntung zaman sekarang sudah banyak buku-buku cerita untuk anak-anak yang menanamkan moral dan nilai dalam kehidupan baik yang bersifat islami atau umum jadi tak melulu hanya dogeng yang berasal dari barat.

Karena sekarang posisi saya sebagai orangtua, harus bisa memantau tumbuh kembang anak, jangan sampai mengalami hal sama. Dongeng itu memang bagus untuk perkembangan otak anak, namun perlu penjelasan juga kalau dongeng hanya dongeng saja, di jelaskan apa saja hikmahnya di dalam dongeng tersebut, selain itu mungkin harus mendampingi anak ketika nonton kartun, kalau bisa membiasakan anak agar gemar membaca dan mengurangi nonton tv.

Teori dan rencananya memang bagus, tapi prakteknya yang susah, saya tiap waktu ada di rumah namun banyak waktu tersita oleh pekerjaan rumah, dan kadang kesal juga masih ditanyain, di rumah ngapain aja?...... Wannacry

Gambar diambil dari google

Jumat, 12 Mei 2017

Kecanduan Anak pada Gadget

Kalau ayah biasanya kasih sayangnya lebih kepada memberi kebebasan pada anak di banding ibu yang lebih cenderung melindungi, biasanya ayah ini kurang bisa mengajak anak kecil main dan lebih suka melihat anak tanpa rewel dan tangisan, jadilah sang ayah mengalihkan perhatian anak dengan memberi banyak mainan kepada anak salah satunya adalah meminjamkan Gadget, Sudah bisa di tebak kan, siapa yang lebih sering membelikan mainan untuk anak, terutama mainan yang mahal ? Hehe.. ini karena sang ibu ngiri jarang di beliin hadiah

Kalau saya sebagai ibu berusaha untuk tidak meminjamkan Gadget pada anak, walaupun Hp saya sudah termasuk canggih saya tidak menginstal aplikasi Game, sehingga jarang rebutan Hp sama anak, walaupun saya juga sebenarnya penggemar Games dan ini juga sebagai pembiasaan diri agar tidak jadi phubbers (orang yang gila Gadget sehingga mengabaikan orang yang ada disekitarnya).

Dulu Ardaffa pernah kecanduan Game di hp sekitar umur 3th selama beberapa bulan, sebenarnya saya kurang setuju jika Ardaffa main Hp, tapi sebenarnya kecanduan anak pada Gadget merupakan salah orang tua. Kalau dulu ayahnya sering meminjamkan Hp-nya dan mengajarkan Ardaffa main Game dan nonton Youtube dan saya pun membiarkannya, apa yang terjadi selanjutnya, anak jadi rewel karena selalu ingin main Game atau nonton Youtube setiap ayah pulang kerja dan kalau sudah pegang Hp, berjam-jam tuh main Game, susah di atur, sering tidur tengah malam, bahkan di panggil namanya pun, dia tidak nengok dan ketika jalan-jalan keluar, maunya main game, jadi tidak bisa menikmati kebersamaan walaupun lagi makan di satu meja.

Jujur saya sudah kesal dan beberapa kali mengingatkan suami akan bahaya Hp namun seringkali di cuekkin, pada akhirnya suami mungkin juga kesal karena selalu rebutan HP sama anak dan berencana membelikan tablet untuk Ardaffa, namun saya tolak dan memberi saran agar semua Game di hapus.

Hore... Semua Game nya sudah di hapus, ketika Ardaffa meminjam Hp ayah, dia cuma bertanya-tanya Game-nya mana, untuk mengurangi kekesalannya saya instal satu game di Hp saya dan mengijinkannya bermain game, setelah itu ya Ardaffa sering main Game di Hp saya dan lama-lama dia bosan main, karena cuma ada Satu game saja nah saat itu saya hapus Game-nya, walaupun sesekali dia bertanya kemana Gamenya, sekarang Ardaffa sudah lupa dengan Game di Hp, dan tidak pernah rewel ingin main Hp.

Begitulah kalau ada niat di hati para orangtua untuk menghentikan kebiasaan anak harus ada tindakan, jangan melakukan pembiaran agar nantinya tidak menyesal di kemudian hari, walaupun sekarang Gadget merupakan sesuatu yang tidak asing bagi semua usia mulai dari bayi sampai usia lanjut namun saya berusaha menunda waktu sampai anak bisa bijak menggunakan perangkat tersebut, karena waktu terlalu berharga kalau dihabiskan dengan main Gadget, ada banyak hal seru untuk dilakukan bersama. 

Perjuangan untuk menjauhkan anak dari Gadget tidak sampai di situ, seringkali timbul masalah lain ketika Ardaffa bermain dengan sodara sepupu yang seumuran dengannya, ketika bermain bukannya main bersama, sepupunya malah asyik main Hp ibunya, pada mulanya Ardaffa hanya memperhatikan Game yang dimainkan namun lama-lama Ardaffa mulai merajuk dan ingin meminjam Hp sepupunya... Harus ekstra sabar pemirsa.... Setelah sepupunya pulang sikap Ardaffa biasa lagi, tak tertarik dengan Hp dan bermain seperti biasanya...

Berdasarkan pengalaman, inilah perkembangan perilaku pada Ardaffa yang sekarang tanpa Gadget :

  1. Main sendiri dengan mainannya,
  2. Tidak rewel,
  3. Bawel,
  4. Kemampuan bicara meningkat, sering ngajak ngobrol saya atau ayahnya,
  5. Banyak bertanya, selalu ingin tahu apa yang dilakukan saya,
  6. Mengajak saya bermain bersama (ngajak main mobil-mobilan,
  7. Marah ketika saya terlalu asyik main HP dan Ardaffa pun menyuruh untuk menyimpan HP yang saya pegang,
  8. Lebih peka dengan keadaan di sekitarnya,
  9. Nafsu makan meningkat,
  10. Tidur di awal waktu.
Perjuangan masih panjang, terimakasih suamiku yang telahendukung.

Sebetulnya seorang ibu tidak keberatan jika harus terus menemani anak bermain bersama atau membersamainya sepanjang waktu tanpa jeda, tapi untuk perkembangan anak ada baiknya ayah juga ikut berperan serta, bukan hanya sekedar memberi kebutuhan primer dan sekunder anak, tapi kebutuhan rohani sang anak. Bisa jadi juga sebalikna hal ini dilakukan oleh ibu yang bekerja di luar atau ibu yang punya bisnis online pasti sering pegang gadgetnya daripada anaknya, atau jangan-jangan juga lebih sering pegang gadget daripada pasangannya... 

Apa susahnya ketika sepulang kerja, simpan dulu Gadgetnya, rehat sejenak dari sosial media, stop dulu baca berita mengenai politik, apa tak pusing nonton politik di tv sambil baca berita politik di internet. 

Lebih baik mengajak anak ngobrol ringan, bertanya tentang kegiatan anak sepanjang hari, membangun kepercayaan diri anak dan tak mendiamkannya kan kasian, sedari ayah atau ibu berangkat kerja anak ini nanya terus mana ayah, mana ibu, ko belum pulang, tapi setelah ayah atau ibu pulang justru si anak berbalik cuek, yang tadinya di siang bersama ibunya atau neneknya bawel, banyak nanya, ketika bersama ayah atau ibu menjadi pendiam.

Jelas ini anak merasa ada jarak dengan ayah atau ibunya, merasa sungkan dan malu, tapi kalau minta jajan tidak malu, penyelesaiannya bagaimana, ya orang tuanya yang harus merubah sikapnya terhadap anak, jangan sampai anaknya keburu gede baru nyadar.

Gadget memang benda mati, tanpa ada pengendalian diri bisa jadi kita yang dikendalikan oleh benda tersebut. 



Selasa, 11 April 2017

Plastisin bekas anak

Tau kan lilin mainan, atau sering di sebut plastisin atau saya dulu waktu kecil nyebutnya malam. Mainan ini memang tak lekang oleh waktu dan sekarang banyak panduan untuk memainkannya, kalau dulu di jual berupa blok-blok kecil, kalau sekarang banyak yang dijual dengan cetakan sehingga tidak bingung mau bikin apa.

Ardaffa juga sekarang lagi senang-senangnya main plastisin, udah berapa ember yang di beli, tentunya bukan ukuran ember yang biasanya tapi yang kecil-kecil imut gimana gitu ya.. 

Kalau sudah main, anteung betuul... Nah ini kalau anak biasanya kan kalau main langsung bikin apa gitu, ancurin lagi, mencampurkan semua warna. kalau warna nya sudah kecampur semua jadi tak menarik lagi untuk di mainkan dan di biarkan begitu saja.

Sayang kan kalau di buang padahal masih bisa dibentuk, kalau udah agak keras bisa di campur air sedikit... dari pada dibuang, lebih baik sekarang mama yang bikin sesuatu dari plastisin bekas ardaffa yang warnanya sekarang sudah cokelat menuju hitam, kalau saya itu kurang suka dengan yang agak detail-detail seperti bikin bunga atau makanan ala jepang yang sekarang lagi hits di instagram.

Taraaaa..... Inilah hasil buatan emaknya ardaffa di sela waktu nunggu ayah pulang... Kebetulan imajinasi saya jatohnya buat senjata, Walaupun akhirnya di ancurin lagi, makanya di foto dulu sebelum jadi gumpalan lagi dan lumayan untuk memenuhi ruang gallery di instagram.

Mungkin nanti jika ada waktu luang pengen bikin senapan laras panjang, tank baja, torpedo, bazoka sama kapal selam palembang :)

Pistol dengan 6 peluru
Granat warna pink

Granat (bom tangan)
Shuriken , kebanyakan nonton naruto dulunya


Senin, 06 Maret 2017

Nama Membawa Berkah

Pada hakikatnya nama memiliki kekuatan, bukan seperti kata pepatah lama "apalah arti sebuah nama". Nama akan menjadi identitas seseorang dan dengan nama tersebut ia akan dikenali sepanjang hayat sampai di akhirat nanti, oleh sebab itu pemberian nama yang baik menjadi suatu keharusan, yang nantinya sebuah nama akan menjadi berkah dan menjadi doa.

Apalagi jika nama itu diambil dari nama manusia terbaik di alam ini, yaitu Muhammad. Terkadang seorang ayah yang bernama Muhammad, ketika memiliki anak lelaki, di beri nama Muhammad lagi. Jadinya anak itu bernasab Muhammad bin Muhammad.

Seperti tidak ada nama lain lagi ya. Tapi ya begitulah bila sudah cinta dan faktanya membuktikan memang kekuatan dan keberkahan nama Muhammad ini memang nyata.

Contohnya, siapa yang tidak kenal Imam Ghazali, pengarang kitab Ihya Ulumuddin. Nama asli beliau adalah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad, bayangkan sampai tiga generasi namanya Muhammad semua. 

"Nama Ahmad dan Muhammad berasal dari akar kata yang sama, “Hamd,” yang artinya pujian. Muhammad berarti orang yang memuji sehingga ia dipuji. Ahmad berarti orang yang memuji Allah. Ini artinya Rasulullah saw memuji Allah lebih dari siapa pun". 
(http://www.cahayaquran.com/2015/03/biografi-muhammad-11-arti-nama.html?m=1)

Ada lagi Imam Ibnu Fahd ulama sekitar tahun 800 Hijriyah. Beliau bernama Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad. Luar biasa empat generasi masih setia dan bangga dengan nama Muhammad. Imam Ibnu Fahd ini guru dari ulama-ulama besar generasi berikutnya seperti Imam Zakariya Al-Anshori.

Bahkan ada satu keluarga yang terus-terusan memberi nama Muhammad kepada keturunannya sampai 14 generasi ke bawah. Sangat pantas jika generasi keempatbelas ini menjadi ulama kharismatik. Beliaulah Imam Aiman Abu Barakat.

Jadi kalau nama beliau ditulis lengkap dengan nasabnya, menjadi Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad. 

Dahsyat ya, Semakin banyak nama Muhammad di tengah keluarga tersebut, pastinya semakin berkah. Kita juga bisa merasakan keberkahan ini untuk keluarga kita, caranya dengan semakin banyak kita menyebut nama Nabi Muhammad. Yaitu, dengan bershalawat.

Saya juga dulu sempat menginginkan nama Muhammad untuk anak saya, namun suami merasa berat bila memberi nama Muhammad, takutnya sikap anak nanti bersebrangan dengan Nama Muhammad, dan akhirnya anak kami di beri nama Ardaffa Ardiansyah Rustawan, Ardaffa berarti kuat dan mampu menjaga diri, Ardiansyah berarti bumi dan Rustawan adalah nama belakang suami.

Nama yang kami berikan pada buah hati merupakan doa, semoga anak kami mampu menjaga dirinya di dunia yang fana ini. Semoga anak kami menjadi anak yang sholeh, hidupnya dilimpahi keberkahan dan selalu bershalawat. Aamiin.

Sumber : 
Channel telegram @Arafat
Image : http://bit.ly/2lQFPV4