Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2018

Takdir jadi Karyawan

Yang sudah jadi pengusaha, jangan seenaknya ngajak resign, emang bisnis itu enak kalau berhasil dan menghasilkan. Namun ada orang yang takdirnya atau karakternya jadi karyawan, mereka juga sama-sama kejar nafkah halal.

Apalagi sekarang lagi rame-ramenya atau memang zamannya serba online, banyak yang berbisnis online atau jualan online, sehingga mereka ini berlomba-lomba mengajak orang lain agar mengikuti jejak mereka, memang bagus mengajak orang agar bisa maju dan mengikuti perkembangan zaman, tapi jangan sampai salah kaprah juga menganggap bisnis offline tidak menghasilkan, karena rezeki juga tersebar dimana-mana, bisa dijemput dari mana saja.

Heran dech, banyak karyawan yang disindir oleh mereka-mereka yang sukses meraup uang dari bisnisnya, dikatain kapan kayanya? Kapan punya rumahnya? Kapan bisa liburan. Emangnya siapa sih yang mau kerja buat orang dari pagi sampe malam. Mereka para karyawan juga sama, masih ada waktu untuk ibadah, masih ada waktu untuk keluarga, masih bisa liburan sekali waktu, bisa memberi nafkah untuk keluarga.

Emang mereka para pengusaha gak punya karyawan gitu, emang mau semua karyawannya pada resign terus elo kerja sendiri ??

Semua ada takdirnya masing-masing, ada tukang sampah, ada guru, ada dokter, ada arsitek, ada tukang parkir, ada pembantu, ada office boy, karyawan pabrik, tukang asongan, tukang pijit dan lain-lain. Kalau gak ada mereka semua siapa coba yang kerepotan. He...

Kalaupun ada pembantu yang jadi businis owner atau karyawan yang sukses dengan bisnisnya, itu karena ada campur tangan tuhan, tuhan yang ngatur lho, berusaha, doa yang kenceng, sekolah, belajar kesana kemari semuanya wajib, tapi kalau hasilnya tidak sesuai harapan ya syukuri saja.

Ternyata semua beragam profesi saling melengkapi satu-sama lain, sama-sama memberi manfaat bagi yang lain, nah yang jadi soal bagaimana caranya orang-orang yang punya bisnis, yang punya karyawan bisa memberi upah layak bagi karyawannya agar karyawannya bisa hidup sejahtera.

Juga orang kaya yang sekaya-kayanya jangan sampai menimbun harta untuk dirinya dan keluarga, namun masih ada tetangga yang serba kekurangan.

Nah daripada ngajakin orang resign dari kerjaannya, ajak lah berbisnis sebagai usaha sampingan, misalnya bisnis Nu Skin. Karena banyak yang menjalankan bisnis Nu Skin adalah mereka yang masih pada kerja karena bisnisnya fleksibel.


Dewa Eka Prayoga:

Sebenarnya, jadi pengusaha ataupun karyawan, itu sama saja. Gak ada yang lebih baik, gak ada yang lebih mulia. Kenapa?

Karena tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah kecuali mereka yang bertaqwa kepada-Nya.

Jadi, yang karyawan, jangan merasa hina, yang pengusaha, jangan merasa mulia.

Walaupun memang, kebanyakan orang #RESIGN dari profesi karyawan karena mereka ingin punya fleksibilitas yang tinggi. Entah itu penghasilannya, ataupun waktunya.

Dan pastikan, saat memutuskan jadi pengusaha, ambisi kita bukan hanya kaya, tapi juga mengayakan. Iya, kan? 

Kamis, 03 Mei 2018

Keluar Dari Zona Nyaman

Pernah merenung bahwa kehidupan yang kita jalani begitu flat. Ini-ini saja setiap harinya. Bangun, kerja, pulang, tidur begitu seterusnya. Maka tak heran jika usia sudah berkepala sekian, tak ada pencapaian.

Pernah melihat seorang ibu 4 anak, repotnya nggak ketulungan. Jangankan lihat gosip artis terkini, pekerjaan rumah saja tak ada habisnya. Sekarang kok bisa berangkat keluar negeri?

Ada pula emak dasteran dan nggak pernah berkeliaran. Sehari-hari di rumah saja. Suaminya hanya pegawai biasa yang gajinya pas-pas an, itu juga kalau pengeluarannya di hemat-hemat. Kok anaknya bisa sarjana semua ya?

Yang ketiga, ada seorang bapak. kerjanya masih serabutan. Kok sekarang malah Si bapak kuliah S2?

Pernah melihat keadaan orang kesatu, kedua dan ketiga? Kita hanya bisa melihat luarannya saja, dia begini kok dapatnya begitu.

Sudah bercerminkah diri ini? Ada yang bedakah pola hidup kita dengan ketiga orang diatas?

Emak rempong yang punya 4 anak, hingga akhirnya bisa keluar negeri. Mungkin saja ia mengurangi jam tidurnya. Ya, bagi seorang IRT jika lembur adalah makanan sehari-hari apalagi jika punya balita, serta tidak ada hari libur apalagi cuti bagi IRT. Maka untuk bisa produktif adalah dengan mengurangi jam istirahatnya. Untuk apa? Pastinya ia punya tujuan yang ingin dicapai. Produktif berkarya atau produktif jualan.

Kemudian emak dasteran. Kalau biasanya emak-emak hobi banget belanja pakaian apalagi kalau bayarnya bisa pakai cara cicilan. Sudah pasti seperti ciri khas emak lainnya yang numpuk baju selemari. Ternyata emak dasteran ini beda, yang ditumpuk di lemari adalah BUKU. Ya, dari buku yang gudangnya ilmu, emak tersebut bisa bekerja dari rumah. Sehingga dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga mendapat gelar akademis.

Si bapak, yang ketiga ini pun, karena merubah mindsetnya. Tadinya cuma mengeluh sekarang berdakwah berpeluh-peluh menyebarkan kebaikan. Tadinya murung diri sekarang bisa menginspirasi. Sehingga si bapak dari rezeki yang tak disangka-sangka mendapat biaya untuk cita-citanya melanjutkan kuliah.

Menuntut ilmu tak pernah mengenal usia. Jangan pernah berhenti belajar, merasa sudah baik dalam kehidupan. Sesungguhnya wisuda setiap manusia adalah ketika ia mengenakan kain kafan. Selagi nafas berhembus, belajar itu harus.

Jika orang kesatu memiliki pola sukses : PRODUKTIF

orang kedua memiliki pola sukses : PRIORITAS LEHER KE ATAS, alias konsumsi untuk otak yang berwawasan.

Serta orang ketiga memiliki pola sukses : Mengubah MINDSET, dengan mengambil setiap hikmah perjalanan hidup. Bukan untuk meratapi jadilah yang menginspirasi.

Jadi, kita tinggal pilih mau sukses dengan pola apa? Silahkan tentukan sendiri, karena sukses tidak datang tiba-tiba butuh doa dan usaha. Pola sukses ke satu dan kedua bisa dipersiapkan dari sekarang

Mulai dengan menjadikan ramadhan lebih produktif dengan rajin nulis.

Mumpung lagi masa promo yang akan berakhir 11 Mei mendatang, segera order workbook Ramadhan Produktif dari harga normal 197.000 menjadi 97.000

Hub
Wa : 0838 2169 1602

Minggu, 29 April 2018

Bekasi itu !!!

Bekasi itu !

Bagiku sebuah kota yang sangat sibuk, padat dan penuh kendaraan berasap

Banyak bangunan berupa gedung menjulang tinggi, yang lebar juga banyak.

Bila malam tiba, lampu bersinar kerlap-kerlip dengan watt tinggi disepanjang jalan raya didepan bangunan-bangunan megah, mall, apartement, hotel dll.

Bekasi itu !

Bersih

Bersih dari sampah, banyak tanaman kecil yang di tanam dipinggir jalan.

Bersih Hanya disepanjang jalan raya besar dan perumahan

Jangan tanya lingkungan rumah warga yang ada di gang kecil dan pinggir sungai.

Bahkan masih saja ada ayam yang bebas berjalan-jalan

Bekasi itu !

Ramai

Disela dan di balik gedung tinggi terselip gang kecil padat dengan rumah warga, ada perumahan dan ada rumah pemukiman rakyat biasa.

Bangunan yang menghadap jalan raya hampir semuanya membuka lapak dagangan, bahkan yang menghadap jalan gang kecil sekalipun.

Sepertinya tak begitu banyak penduduk asli, kebanyakan penghuni kontrakan dan kosan berpetak-petak, ya lebih banyak perantau sepertinya.

Bahkan aku tak tahu warga asli Bekasi dari suku apa ? Yang jelas masih bagian dari jawa barat bukan ! Namun jarang ku temukan teman ngobrol berbahasa Sunda.

Itupun kalau ada mang-mang penjual keliling.

Bekasi itu !

Panas, kalau mandi pun jadi berasa gak mandi

Terkadang juga udaranya dingin kalau hujan seharian dan matahari tak menampakkan sinarnya

Bekasi itu !

Banyak rumah sakitnya

Sedikit klinik dan puskesmas

Bahkan belum pernah kutemui papan nama bertuliskan "Bidan"

Tak seperti kota sebelumnya yang ditinggali, dimana di satu RT terdapat banyak rumah praktek Bidan, sampai bingung mau pilih mana

Bekasi itu !
Tempat tinggalku saat ini

Sama seperti kota besar lainnya.

Ada sisi baiknya dan ada sisi yang kurang baik.

Semoga kota ini lebih banyak berbaik hati, sehingga keluarga kecil kami bisa hidup dengan damai walau hanya sekedar anak rantau.



Minggu, 08 April 2018

Menembus Batas dan Melampauinya

Ada waktu yang mungkin pas akan membentuk seseorang menjadi kreatif sehingga bisa menghasilkan sesuatu. Misalkan ketika sedang bahagia, maka jiwa kreatifitasnya muncul karena bahagia membangkitkan rasa percaya diri.

Namun sebaliknya bagi saya, jiwa kreatifitas justru muncul saat sedang sedih dan kurang bahagia, agak aneh memang tapi entah mengapa, kalau dulu sih waktu hobinya masih menggambar kalau lagi sedih, biasanya gambar yang dihasilkan banyak dan keliatan bagus, hihi gak apa-apa ya muji sendiri, ya tapi sekarang sudah mulai mengurangi aktifitas menggambar terutama gambar karakter manusia, kalau ngajak anak main corat-coret ya sering juga bikin orang-orangan atau gambar hewan.

Nah kalau sekarang bila sedang sedih biasanya semangat bersih-bersih rumah meningkat, seperti beresin mainan anak, ngelap debu di dinding, ngepel, pokoknya semua diberesin, berbanding terbalik bila perasaan lagi seneng duh bawaannya males gerak, malah ngangkat pantat aja susah, maunya leha-leha sambil nonton tv atau tiduran.

Mungkin cara ini juga bisa membuat kawan-kawan terinspirasi jangan sampai ketika sedih malah tidak semangat mengerjakan apapun, karena dengan mengalihkan kesedihan pada kegiatan yang bermanfaat justru akan meningkatkan kreatifitas yang mungkin malah menghasilkan pundi-pundi uang.

Misalkan saya ya, wah sedih nih akhir-akhir ini lagi di uji masalah keuangan, ada aja yang harus di bayar di luar dari perkiraan atau perencanaan nah disaat seperti ini malah membangkitkan jiwa saya untuk menambah penghasilan, kalau dulu waktu lagi jaya-jayanya mana mau saya jualan, ach gak bakat, tak taunya ketika lagi kepepet ya terpaksa jualan, meski baru jadi reseller, sempet sih gak PD, posting status jualan gak ada yang like, dicuekin gak ada yang beli, tapi sekarang alhamdulillah kalau fokus ya ada rezekinya.

Pada mulanya bingung mau jualan apaan ya, kebetulan pada waktu beli Novel Bidadari Untuk Dewa ternyata terbuka kesempatan buat jadi reseller Buku dari penerbit KMO Indonesia, ya udah lah gak pake modal ini mana saya gak punya no rekening, lanjut aja lah "lahaula wala quwwata illa billah" mulailah jualan online, jadi nanti buyer transfernya ke rekening milik KMO, jadi nanti komisinya ditransfer nebeng rekening suami.

Untuk jualan pun juga dikasih materi iklan dari sana, jadi tinggal promosi saja, agar banyak yang dipromosikan maka mulailah saya bikin iklan sendiri, berupa image dan dari situlah jiwa edit-mengedit terpanggil, buka laptop, buka photoshop ya beraksilah walau masih pemula, walau jelek keliatan editannya ya posting aja.

Nah karena sebetulnya saya diberi materi dan bocoran-bocoran isi buku, seringnya saya sendiri yang kena

Kena apa coba?

Kena promo, buat beli buku untuk dibaca sendiri, ya lumayan walaupun belum ada yang beli, bisa untuk diri sendiri dan bagi-bagi pada sodara karena buku yang sudah saya miliki sekarang berguna untuk kehidupan nyata, sejak itulah jadi suka buku, padahal saya bukan termasuk yang hobi baca.

Jadi apapun kondisinya mau lagi bahagia atau lagi sedih jangan sampai berlarut-larut dan menyerah pada keadaan dan yakinlah ketika kita berada dalam kondisi yang kurang mengenakkan harus tetap bersyukur, saya bersyukur kalau saja saya hari ini Masih berfoya-foya saya tidak akan tahu rasanya asem, pait berjualan online, tembuslah batas dan lampaui kemampuanmu Mia


















Minggu, 25 Maret 2018

Anak Bungsuku Terbunuh disaksikan Ketiga Sodaranya

Salah satu curhatan dari anggota RMR, bikin merinding, dulu pernah baca, dibaca ulang lagi duh bikin . . .

#ilmu Garputala

Suatu hari ketika berada di luar kota, Ustadz Nasrullah mendapat pesan BBM dari seorang ibu. Dengan menangis ibu tersebut itu bilang ke Ustadz Nasrullah.

"Assalamu'alaikum Ustadz, saya sudah tidak mau hidup lagi."

Kaget lah ustadz Nasrullah saat itu. Lalu ditengah ke kagetannya Ustadz Nasrullah bertanya balik.

"Ibu, ada apa?"

Ibu itu bercerita.
"Anak saya baru saja meninggal Ustadz."

Lalu ibu itu bercerita panjang lebar.

Meninggalnya mungkin biasa. Tapi yang tak biasa adalah anaknya yang ketiga itu meninggal dengan cara tragis. Sang ayah memundurkan mobil dan si anak bermain di belakangnya. Terlindas mobil lah anak ketiganya itu. Kedua kakaknya yang  berada di dekat mobil melihat kejadian itu dan berteriak. Ibu itu lalu keluar dari dalam rumah dengan tergopoh-gopoh.
Saat melihat kejadian tersebut, digedor-gedorlah pintu mobil dan sang suami keluar dari mobil. Keempat hamba Allah menangis menyaksikan anak kecil yang sudah menitidakl secara tragis di depan mata mereka. Masyaallah.

"Saya harus bagaimana, Ustadz?"

Saat itu Ustad Nasrullah juga agak bingung. Tapi kemudian Ustadz Nasrullah bilang sama ibu itu, untuk menenangkannya.
"Ibu, silakan ambil air wudhu."

Habis wudhu, si ibu bbm lagi.

"Ustadz, saya udah wudhu, lalu apalagi?"

"Ibu, temannya wudhu itu  adalah sholat. Sholat deh."

"Siap,  Ustadz."

Setelah sholat, Ibu itu bbm Ustad Nasrullah lagi.

"Ustadz, saya sudah sholat, lalu saya harus ngapain lagi."

"Bu, temannya sholat itu Alquran. Baca Alquran gih "

"Ayatnya apa Ustadz?"

Nah, Ustadz Nasrullah merasa mentok nih, karena takut terjadi apa-apa akhirnya bilang ke ibu itu.

"Ibu buka saja sekenanya, yang terlihat pertama kali, insya alloh itulah petunjuk dari Alquran."

Setelah itu ditunggu kabar lagi oleh Ustad Nasrullah. Kok ibu itu tidak bbm lagi.
Ditunggu beberapa saat. Tidak juga bbm.

Akhirnya Ustadz Nasrullah bbm ibu itu. Khawatir kenapa-napa.

"Ibu, gimana kabarnya?"

Ibu itu bilang,
"Terima kasih Pak Nas, terima kasih atas nasehatnya."  Dan subhanalloh ternyata Alloh menjawab langsung atas permasalahan yang dihadapi ibu tersebut.

***

Setahun kemudian ternyata Allah memberikan anak keempat pada ibu ini. Laki-laki lagi.

Ustadz Nasrullah sebenarnya masih penasaran ayat apa yang dibaca ibu tersebut saat kejadian itu.
Ketika ditanyakan pada ibu itu, yang dibaca adalah Surat 18 ayat 4 (Silakan sambil dicek ya).

Subhanallah, ibu ini serasa diperingatkan secara langsung melalui ayat ini.

Ibu itu menuduh Allah mengambil anaknya dia.

Di terjemahan ayat menyatakan
"Mereka tidak mengatakan sesuatu kecuali dusta. "

Lalu ayat yang berikutnya lebih dahsyat lagi.

"Maka apakah barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati".

Terperanjat ibu itu,
"Kok Allah tahu kalau saya mau bunuh diri?"

Ibu tersebut menangis sederas-derasnya.

Saat membaca Ayat yang berikutnya, ternyata ayat itu adalah penyembuh bagi ibu itu.

Ibu itu berjanji, "Sungguh aku akan buktikan bahwa aku adalah orang terbaik yang disebut Alquran."

Subhanallah, luar biasa.


Inilah yang disebut ustadz Nasrullah adalah ilmu Garputala. Mengapa? Karena ini ada getaran yang merambat dari Alquran kepada orang yang membacanya.

Akhirnya kini Ustadz Nasrullah ketika menasehati anak-anaknya agar ketika punya masalah dalam hidup, cari solusinya di Alquran.

Ini seperti percobaan dengan garputala di sebuah laboratorium.

Garputala A dan Garputala B diletakkan berdekatan. Saat garputala A digetarkan, maka Garputala B bergetar juga.

Getaran itu merambat.

Getaran yang luar biasa dan kuat ini  ternyata bisa berasal dari Alquran

Allah turunkan Alquran tidak lain adalah sebagai solusi dari permasalahan hidup kita.

bit.ly/WLBukuGarputala


Rabu, 14 Maret 2018

PEMOTOR WANITA

Wuih....
"seorang pengendara sepeda motor wanita dengan dada menantang dan belahan pantat yang sedikit mengintip" memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang tanpa helm.

Bukan kagum

perlahan ku perhatikan sekeliling, beberapa pengendara yang kebanyakan lelaki menoleh padanya mungkin itu merupakan hiburan tersendiri di jalanan kota, bahkan supir yang memboncengku pun juga turut menoleh padanya, bayangkan yang seperti itu bukan hanya seorang tapi banyak berseliweran

Gumamku "ih apaan sih"

Namun aku kagum dengan pengendara wanita yang menggunakan busana tertutup tanpa memperlihatkan lekuk tubuhnya lengkap dengan helm, sepatu dan kaus kakinya

Heu
Daripada aku yang tidak bisa bawa motor 🙈
Bisanya ngandelin tumpangan dari suami untuk bepergian, karena agak risih juga bila naik ojek,

Kenapa gak naik angkot?

Hihi habis angkotnya gak lewat jalan ke rumah, kalau gada yang nganterin ya wassalam aja diam di rumah gak kemana-mana.

Saya pernah di cibir bahkan kebanyakan cibiran bukan datang dari orang lain tetapi dari keluarga sendiri,

"Hari gini gak bisa naik motor, tuh lihat emak-emak berdaster pada bisa naik motor, anterin anak sekolah, belanja sendiri kepasar, jalan-jalan sendiri, gak ngerepotin suami"

Hihi emang dosa ya kalo gak bisa naik motor, bukannya gak kebeli motor, tapi keinginan untuk belajar mengendarai motor sudah tenggelam sejak lama, ya saya orang yang penakut, takut jatuh, takut sakit, bukan trauma tapi saya sadar saya bukan orang yang terlalu fokus berkonsentrasi.

Saya sudah sadari sejak lama, saya ini pemikir ulung, haha atau lebih tepatnya pelamun, saya gak tahu apa bahasa pelamun ada di kamus bahasa Indonesia, pastinya pelamun disini saya artikan suka melamun. Seperti dulu waktu masih sekolah seringnya naik angkot harusnya turun di depan rumah tapi malah sering terlewat, pernah juga masak telur ceplok masaknya gak pake minyak ya lengket dong dan sampai sekarang masih terbangun dari tidur dengan ingatan yang samar-samar, seperti kaget ada dimana ini? ini siapa? Oh ini suami saya, oh ini anak saya, oh saya sudah menikah dan sekarang tinggal jauh dari orang tua.

Bagaimana? Apakah saya harus menghubungi psikolog?

Anehnya ini sudah berlangsung lama, terkadang seperti tidak sadar hingga persekian detik, seperti tercuri kesadaran entah oleh apa itu, nah hal inilah yang menyebabkan saya takut untuk belajar mengendarai sepeda motor.

Ya untungnya saya tak menganggap diri ini remah-remah rengginang atau cucian yang numpuk di pojokan, biarkan cibiran berlalu bersama angin, toh wanita yang gak bisa naik motor juga banyak, gemar berjalan kaki juga keren. Hihi (menghibur diri sendiri).
Lagi pula merepotkan suami juga wajar, bukankah suami wajib menemani istrinya keluar rumah. 😁

Senin, 19 Februari 2018

Amankan keuangan dengan "EASY FINANSIAL"

Apa kabar dengan keuangan teman-teman saat ini? Ditengah bulan gini apa masih aman tuh uang belanja bulanannya atau malah nyomot dari tabungan atau mungkin nambah utang buat nambal yang bolong sana sini.. xixixixi

Kepo dikit boleh ya...

Memang sih jumlah pembelanjaan perbulannya terkadang tidak menentu bisa cukup, pas, atau meninggalkan sisa, kalau ada sisa bisa di tabung, lumayan ya bisa nabung, tapi ingat ya tabungan berupa uang bakal kena inflasi tiap tahunnya.

Bagi yang keuangannya pas banget harus pandai mengatur keuangan, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pendapatan, syukur-syukur bila pendapatannya bisa berlipat atau surplus, untuk itu di perlukan jurus sakti dari buku yang di tulis oleh Tendi Murti dan Ahmad ghazali judulnya "Easy Finansial".

Ya walaupun judulnya bahasa inggris tetapi isinya bahasa indonesia yang mudah di pahami baik oleh para single atau yang sudah menikah, adapun yang di bahas di dalam buku tersebut yaitu


  • Menyelesaikan masalah utang Anda, bahkan menjadikan finansial Anda surplus.
  • Mengatur keuangan Anda yang sedikit menjadi bertumbuh berkali-kali lipat.
  • Konsep 3M yang akan menjadikan kehidupan Anda lebih sejahtera tanpa utang.
  • Mengetahui instrumen investasi apa saja yang dapat Anda manfaatkan untuk kesejahteraan hidup Anda.
  • Menemukan titik rawan finansial Anda dan mulai memperbaiki dari titik tersebut hingga benar-benar bertumbuh berlipat-lipat.


Bagaimana, menarik kan yang dibahas, terutama masalah utang, ada sebagian orang yang tidak suka berutang, namun tetap saja beberapa di antara mereka ada yang terkena imbasnya, misalnya ada seorang suami yang suka nabung tapi istrinya suka ngutang, orangtuanya hemat eh anaknya suka utang, atau ada mungkin yang dapat warisan tapi warisan utang, ya namanya juga keluarga ya harus bayarin dong, kan namanya juga sayang ya, masa sih tega membiarkan orang tua gak masuk surga karena masih ada tanggungan utang, nah yang gawat adalah berutang untuk bayar utang.

Jika memang sayang kenapa membiarkan mereka yang kita cintai terus-terusan terjebak dalam lingkaran utang atau terjebak riba apalagi orang zaman sekarang berutang untuk gaya hidup, kalau kata yang di ucapkan tak dapat merubah mereka, mungkin hadiah yang tulus berupa buku seperti Easy Finansial bisa membuka hati dan pikiran mereka.

Oiya Bukunya hanya ada online dan tidak di jual di toko buku ya.

Berikut ini merupakan ulasan yang disampaikan Tendi Murti salah satu penulis Easy Finansial :

Tendi Murti- KMO Indonesia:

Bukan gaji yang kurang, tapi pengaturan keuangan yang sering kali nggak seimbang.

Alhamdulillah buku #EasyFinancial hanya dalam waktu 3 mingguan sudah langsung stok menipis dan pembaca mulai merasakan manfaat dari buku tersebut.

Saran saya, jangan hanya dibaca, tapi praktikan ya...

Bagi seorang karyawan, awal bulan itu adalah hari-hari yang sangat ditunggu.
(Saya sih dulu gitu.. hehe...)

Nungguin gaji 4-5juta, habis itu besok langsung ludes bayar cicilan sana sini.

Nah, kalau sehari langsung ludes, berarti ada yang salah. Salahnya dimana? Coba Anda perhatikan ini ketika gaji masuk ke rekening maka sering kali yang dilakukan adalah:

1. Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari
2. Pengeluaran untuk bayar utang
3. Nabung (kalau ada sisa)

Ini menurut survey. Ada yang ngerasa?

Kalau ada, mulailah tobat hehehe...

Lalu apa yang harus dilakukan? Sebenanrnya sama saja sih. Bagi-bagi uang, tapi dengan konsep yang sedikit berbeda.

Sang Guru mengajarkannya begini:

"Ten, kalau ente terima duit, entah gaji atau hasil bisnis, maka jadilah seorang yang bermental kaya."

"Maksudnya suhu?"

"Maksudnya, cashflow keuanganmu harus cashflow orang kaya. Bagi pengeluaran ente jadi 4 pengeluaran."

1. Pengeluaran buat zakat dan sedekah
2. Pengeluaran buat utang
3. Pengeluaran buat investasi
4. Pengeluaran buat kebutuhan sehari-hari.

"Hmmm... kenapa kebutuhan sehari-hari disimpan paling terakhir suhu?" Saya sedikit heran.

"Karena pengeluaran kebutuhan sehari-hari adalah pengeluaran yang paling fleksibel." Jawab Sang Guru singkat.

"Udah lakuin aja Ten. Nggak usah protes! Suatu saat ente bakal paham ketika ente melakukannya." Sang Guru langsung bicara ketika melihat saya ingin nanya.

"Baik guru!" Jawab saya penuh semangat.

Begitulah... dan memang ketika saya melakukannya, saya merasa lebih optimal dalam mengatur keuangan.

Nggak percaya? Coba saja rekk.. :)




Begitulah yang di ungkapkan, saya sendiri pun jadi penasaran untuk membuat cashflow, nah untungnya ada bonus applikasi di android untuk yang membeli Buku EASY FINANSIAL dan judul applikasinya sama dengan judul buku, sebuah applikasi kalkulator keuangan untuk menghitung keuangan anda, berikut ini sedikit contekannya..








Rabu, 17 Januari 2018

Berburu Cokelat di Februari

Saya gak anti coklat lho, entah kapan hari yang dianggap sebagian orang sebagai hari Valentin yang jatuh di bulan Februari mendatang selalu berhubungan dengan coklat dan hadiah, mungkin coklat itu manis tapi ada juga yang agak pahit yang sepet juga ada, tapi selalu enaklah yang namanya cokelat tapi tetep halal yang nomor satu, halal dan toyib juga ajib. 😁

Mungkin ga salah juga ya kalau memanfaatkan momen bulan Februari untuk berburu cokelat seperti halnya berburu dodol cina pada saat menjelang perayaan Imlek, atau berburu ketupat, kue kaleng, orson pada saat lebaran, ya lumayanlah karena diskonnya menggoda buat ngeborong beberapa cokelat sebagai persediaan cemilan keluarga, maksudnya cemilan buat saya, he... maklum yang jarang piknik biasanya rentan terkena stress jadi butuh peredam emosi.

Saya memang tidak merayakan Valentin tapi di bulan Februari kenapa kok harga cokelat berbagai merek dan jenis banyak yang kena diskon bahkan banting harga termasuk bonus yang menyertai seperti beli satu cokelat gratis satu cokelat, biasanya sih yang banyak sekali diskonnya ada di supermarket yang di dalam mall.

Mudah-mudahan bulan depan kebagian beli cokelat, pengalaman saya beberapa tahun yang lalu, sempat gak kebagian cokelat, pas datang ke supermarket semua cokelat di rak-rak etalase kosong melompong tak tersisa satu biji pun, yang ada hanyalah daftar harga dan diskon yang bikin ngiler, padahal masih awal hari, mungkin yang beli juga punya alasan yang sama, berburu yang murah dan bukan untuk hadiah valentin mungkin untuk di jual kembali di lain hari, kan lumayan banget ya.

Ya namanya juga jalan-jalan ke supermarket, gak dapat cokelat akhirnya beli yang lain yang ada rasa-rasa cokelatnya,  ya gimana dong suka sekali sama yang namanya cokelat, kamu juga pasti suka cokelat kan !! 😁

Gambar : minta dari google.com


Minggu, 14 Januari 2018

ME TIME yang Saya Butuhkan

Padahal kenapa tidak dari dulu sewaktu masih single lebih banyak senang hepi hepi, wara wiri kesana kemari, nah lho nyesel ya.. !!!

Ga juga sih, padahal pada masa-masa waktu sendiri memang bener-bener sendiri, saya sudah hafal betul bagaimana rasanya, sudah lelah sendiri, apalagi dulu ketika mendapat kesempatan bekerja yang lokasinya jauh dari keluarga, lebih banyak kesepiannya dan mendapatkan jodoh adalah impian yang sudah terwujud sekarang, impian memiliki anak laki-laki pun sudah di wujudkan, ternyata sudah banyak doa yang di kabulkan dan harus banyak bersyukur lagi biar nambah berkahnya.

Memang asyik memiliki keluarga kecil, lebih banyak waktu di habiskan bersama baik bersama pasangan juga anak tapi kalau di hitung-hitung lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak, ya tentu saja karena saya sebagai ibu rumahan, kalau bersama pasangan waktunya serasa kurang berkualitas, lah cuma ketemu dari magrib sampe subuh, kalau malam habis waktu buat tidur, waktu libur pun kadang dihabiskan dengan lembur, tapi ya sudahlah.

Nah karena kebersamaan saya dan anak maka menimbulkan efek kemelekatan yang luar biasa, anak serba tergantung sama emaknya, walaupun bapanya ada di rumah, c adek kalo butuh sesuatu mintanya sama saya, misalnya minta di anter pipis, bikin susu, minta makan, minta di anter jajan, walaupun saya keadaannya sedang mengerjakan sesuatu yang lain.

Begitupun sebaliknya saya pun rasanya bergantung pada anak, jadi gak bisa jauh, belum pernah tuh si adek walaupun sekarang sudah mau lima tahun nginep di rumah nenek sendirian, ya itu dia tadi ga enak hati kalau jauh, kalaupun saya yang pergi sekedar pergi ke pasar agak lama, ko rindu betul, selalu mikirin, luar biasa ini perasaan dan ternyata kita sebagai orang tua menghabiskan waktu dan energi untuk anak sebetulnya adalah untuk mempersiapkan anak supaya bisa melepasnya.

Jadi apakah benar saya butuh "me time" kenyataannya saya lebih butuh "our time" waktu yang berkualitas bersama suami dan anak, ingin banyak bersenang-senang bersama mereka, bersilaturahmi ke rumah sodara dan lainnya. Sudah tak penting lagi pergi bersenang-senang sendirian, sudah tak penting lagi bahagia karena asyik dengan hobi sendiri,  sedangkan yang di sebelah kita merasa terabaikan.

Ternyata kusadari me time yang saya butuhkan adalah me time dalam mendekatkan diri kepada sang pemberi kehidupan dimana ada waktu yang tenang agar bisa lebih khusuk lagi dalam beribadah.



Selasa, 19 Desember 2017

Hari Bela Negara

Tidak banyak yang tahu atau memperhatikan tentang sejarah secara detil dan itu termasuk saya sendiri, apalagi mengenai tanggal bulan dan tahun yang berupa angka-angka yang terkadang bikin lupa juga, ah yang penting tidak lupa tanggal lahir sendiri sama tanggal lahir pasangan dan anak sendiri juga tanggal anniversary.

Itulah pentingnya peringatan hari bersejarah, ada yang ditetapkan sebagai tanggal merah seperti hari raya keagamaan, agustusan setiap tanggal 17 Agustus dan masih banyak lagi, juga ada tanggal bersejarah yang hanya di peringati saja seperti hari ibu yang akan jatuh tanggal 21 Desember besok, padahal sejarahnya tidak tahu kenapa harus tanggal 21 Desember, mungkin setelah ini bisa cari tentang sejarahnya.

Beruntungnya sekarang ini sudah banyak Media internet yang senantiasa mengabarkan tentang hari peringatan baik nasional atau international seperti seperti akun twitter GoodNewsFrmIndonesia (GNFI)
yang selalu memberikan berita update seputar sejarah dan kebudayaan Indonesia, ya karena berita yang tak sengaja terbaca jadinya nambah pula satu pengetahuan di saat orang lain sudah pada tau.

Seperti sekarang ini...

Sekarang adalah tanggal 19 Desember 2017, ayo coba tebak hari apa?
Jawabnya hari mepet buat bayar listrik bulanan, kalo lewat tanggal 20 tar kena denda deh.. hihi... Jadi buruan gih bayar..
Selain itu hari ini adalah HARI BELA NEGARA (19 Desember 1948)
mau tau perostiwa apa itu!!
HARI BELA NEGARA (HBN) merupakan hari untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin prawiranegara yang saat itu telah di beri Mandat penuh oleh Presiden ir. Soekarno.
Nah Sumatera Barat inilah, tepatnya di kota Bukit Tinggi sebagai kota perjuangan dan di tunjuk sebagai Ibukota PDRI.

Oleh sebab itu hari ini di tetapkan sebagai HBN berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia, keppres no. 28 tanggal 18 Desember 2006, hayo masih ingat gak presidennya siapa!! Ingat-ingat lagi ya..

Oiya Mr. Sjafruddin Prawiranegara juga termasuk Pahlawan Nasional lho, meskipun pengajuannya kepada negara banyak pro dan kontra, karena pernah di tuduh makar, ya kalau ngomong sejarah memang panjang, yang penting kita ingat jasa-jasa pahlawan, selain itu kini saatnya bertanya pada diri sendiri apakah sudah membela Negara ini apa malah menyusahkan atau merugikan negara,  seberapa besar bela kita pada negara terutama para kaum muda jangan sampai negara ini jatuh ke pelukan asing.

"Jangan ngaku  BELA NEGARA kalau belum BELA KELUARGA"

Sumber @GodNewsFrmIndonesia


Sabtu, 18 November 2017

Weekend Seru di Rumah

Waktu masih musim panas ajah weekendnya di rumah melulu, apalagi sekarang sudah memasuki musim salju cair.

Untungnya anakku Ardaffa betah di rumah, asal di jajanin ice cream sama susu yang kemasannya silinder yang rasanya asam-asam manis berperisa buah-buahan yang di balik kemasannya ada stiker Boboiboy, ya ci adek emang lagi seneng ngumpulin stiker, nah biar tak di sembarang tempat nempelinnya maka saya sarankan untuk menempelkannya di buku gambar dan untungnya lagi anaknya nurut.

Setelah selesai menempel stiker kemudian dengan inisiatif sendiri, Ardaffa mulai menggambar corat-coret (istilah kerennya doodling) di buku gambarnya dengan crayon sambil sesekali menengok layar TV, sementara emaknya anteng di sumur dan di dapur, lumayan cukup lama dia asyik dengan kesibukkannya, setelah emak selesai dengan urusan dapur, santailah sedikit nonton tv sambil buka HP ngecek status dan notifikasi, siapa tahu ada yang kangen... He...

Kasian juga Ardaffa main sendiri, sesekali saya bertanya dia sedang gambar apa, dan dia menjawab dengan jawaban polosnya, tetiba jadi inget DIY bikin sablon di kaos pake crayon, langsung deh saya ajak Ardaffa untuk membuatnya, saya suruh dia bawa kaos warna biru muda kemudian dengan sigap dia bangkit dari duduknya untuk mengambil bajunya, dia memang hafal satu-satu warna sekaligus gambar yang ada di bajunya. lalu saya suruh bawa setrika, dia pun mau, "de ambilin mama minum" eh nurut juga 😁 , nah yang paling susah tuh di suruh beresin mainan yang habis dia acak-acak, harus ada fee baru mau.

Untuk memulai menyablon, pertama saya ambil kertas HVS kemudian membuat pola gambar dengan crayon dan di tebalkan gambarnya, setelah selesai tempel kertas di kaos kemudian di setrika.
..
......
...
..
...

Taaaa dAaaaaa....
..
"Mah gambarnya mana?" Sambil sesekali ikut mengerakkan setrika

"Bentar dek, setrikanya sebentar lagi"

Kemana ya gambarnya !, gambar crayonnya tidak menempel di baju hanya muncul bayangan samar-samar saja, wah gimana ini.... yah gagal. mungkin keliru ambil kertas. "Terus pakai kertas apa dong !, hik".

Tapi mama gak nyerah, muter otak dikit, langsung deh muncul ide buat gambar langsung di baju pake crayon dengan mengikuti pola bayang-bayang yang tadi, setelah selesai beri alas kertas kemudian setrika, sekarang lumayan lah ada hasilnya, tapi tidak yakin apa gambar tersebut akan bertahan setelah di cuci, ya tidak apa-apalah yang penting kita hepi ya.

Habis ini ngapain ya dek, lanjut nonton tv lagi yah, banyak kartun ini, mulai besok aja kita belajarnya dan main di luar, besok kita beli ice cream lagi ya 😂

  • Doodle di kaos


Minggu, 12 November 2017

Sahabat Dunia Akhirat

Waktu ku kecil mendapat teman itu semudah memetik bunga dihalaman sendiri, begitu juga waktu dulu sekolah dan ketika dulu masih bekerja, walakin aku yang seorang introvert, alhamdulillah dapat teman juga pada baik-baik semua belum pernah mengalami yang namanya makan makan teman bahkan aku yang sering merepotkan semuanya.

Namun tak selamanya pertemanan bisa bertahan selamanya, ada banyak faktor misalkan karena situasi dan kondisi tertentu, seperti saat mulai masuk sekolah, maka seringnya kita berinteraksi dengan teman sekolah, begitu masuk kuliah seringnya berinteraksi dengan teman kuliah, begitu juga saat memasuki dunia kerja, ada teman baru yang melengkapi dan teman lama yang pergi kecuali sahabat.

Sungguh masa-masa yang paling indah, serunya bermain, susah senang ketika mengerjakan tugas kelompok, jalan-jalan bareng semuanya mulai kurindukan setelah meninggalkan dunia sekolah, dunia kerja, meninggalkan waktu atau lebih tepatnya waktu yang meninggalkanku dengan cepat, meninggalkan semuanya demi untuk kehidupan baruku sekarang mendampingi suami dan merawat buah hati.

Namun sekarang mendapat teman baru rasanya sedang tidak ingin apalagi sekarang bertempat tinggal di lingkungan asing, walaupun baru satu tahun tinggal di daerah Bekasi, belum kenal dengan tetangga, kalau bertemu pun hanya senyum saja, bukannya tak ingin tapi lebih baik menenggelamkan diri dengan kesibukan di dalam rumah dan berkawan tembok, entah kenapa memang lebih nyaman seperti itu untuk saat ini.

Berjumpa dengan kawan lama pun kian kurang mudah, perlahan-lahan komunikasi mulai berkurang dan grup whats app yang berisikan teman-teman seperjuangan waktu kuliah pun mulai hening, memang semuanya sibuk dengan urusan masing-masing dan aku pun demikian adanya.

Namun ada seorang teman waktu SMA sampai sekarang masih peduli kepadaku bahkan aku yakin dia selalu menyelipkan namaku diantara doanya, walaupun kini jarak yang memisahkan dan komunikasi yang terbatas, kami masih saling berbalas SMS, ya sesuatu yang sudah mulai di tinggalkan manusia zaman sekarang, dimana gawai sudah berbasis sistem operasi namun temanku memilih memakai gawai yang jadul, bukan tak mampu membeli atau tidak melek teknologi sepertinya dia juga sengaja menjauhi hal yang menurutnya kurang bermanfaat apalagi hubungan orangtuanya tercerai berai di usia yang tak lagi muda akibat penyalahgunaan gawai yang konon katanya sudah canggih dan memudahkan komunikasi.

Sedih mendengar kisah pilu temanku yang orangtuanya sudah bercerai, namun dia tidak banyak berkeluh kesah, dia juga maklum akan keadaan dan tidak menyalahkan kedua orangtuanya karena dia juga sudah berkeluarga, kini dia fokus untuk membahagiakan ibunya sekarang, luar biasa bukan, begitulah orang dewasa, berbeda jika anak-anak yang mengalami hal serupa kedua orangtuanya bercerai, kemungkinan sang anak tidak dapat menerima dan berakhir dengan mendapati luka yang tak kunjung usai.

Semoga sahabatku selalu dilimpahi keberkahan dalam hidupnya, semoga kami cepat bertemu kembali, sahabat sepertimu tak akan kulepaskan, apalagi sahabatku ikut andil dalam prosesku mendapat hidayah, sahabat dunia akhirat, semoga saja. Aamiin

Ternyata memang benar punya satu teman yang mengajak kepada kebaikan lebih baik daripada punya banyak teman yang suka traktir, bercanda haha hehe tapi membuatku lupa pada akhirat.

"Gawai mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat"



Sabtu, 21 Oktober 2017

Yuk Bikin Pesawat Bareng Eyang Habibie

Siapa yang tidak mengenal sosok yang telah berjasa bagi Negeri kita tercinta, beliau pernah membuat pesawat, pernah menjabat sebagai menteri, penasehat, wakil Presiden dan sampai akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke 3 dan kemudian dengan politiking, kekuatan hegemoni dari luar akhirnya segala yang beliau upayakan dan cita-citakan akhirnya runtuh, ya beliau adalah Bapak BJ. Habibie yang selalu humble dan penuh harapan.

Beliau lebih senang di panggil eyang Habibie karena kini usianya menginjak 81 tahun, namun di usianya kini semangatnya masih mendidih dan bercita-cita tinggi,

Beliau memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap bangsa ini, beliau berkeinginan yang sangat dalam untuk rakyat indonesia agar berdikari (berdiri di atas di kaki sendiri), beliau bercita-cita sebelum meninggal dunia ingin memberi warisan yang terbaik bagi Bangsa ini yaitu ada pesawat karya sendiri yang di terbangkan di negeri ini dan visi beliau sangat besar yaitu ingin menjadikan perusahaan milik bangsa ini berskala nasional dan internasional sehingga negara lain bisa membeli pesawat dari Indonesia, pesawat yang di gagas dan dirancang beliau di beri nama R80, bahkan kini prototipe-nya sudah ada, lisensi, izin juga sertifikasinya sudah ada, tentunya bukan hanya sekedar membuat pesawat, kita bisa keluar dari kungkungan kehidupan kapitalistik yang di setir oleh asing, beliau ingin mengajak semua generasi milenial untuk bangkit.

Kenapa namanya R80, R adalah Regular sedangkan 80 adalah jumlah seat-nya, karena pesawat akan di buat dari jumlah kursi mulai dari 80 maka setelah itu akan berkembang menjadi industri yang lebih besar lagi.

Untuk membuat pesawat memang memerlukan biaya yang tidak sedikit maka beliau ingin mewujudkannya dengan cara gotong royong.

Konsepnya, "Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai."

Keren banget! Dan konsep ini pertama di dunia! Kapan lagi kita bisa bikin pesawat bareng beliau?

Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan gotong-royong.

Coba baca ini >>https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia

Sepertinya Anda semakin penasaran untuk ikut terlibat. Menariknya, dengan donasi minimal Rp100.000, maka foto donatur akan ditampilkan di badan pesawat R80! Wow! Lagi-lagi yang seperti ini pertama di dunia!

Yuk ikut donasi, berapapun jumlahnya, bagi anda yang berpikir kenapa juga harus ikut donasi, apa hubungannya dengan saya, sehari-hari juga naik angkot paling banter juga naik bis, coba bayangkan sejenak anda ikut berkontribusi memajukan bangsa, ikut membangunkan semangat bahwa kita bisa, apalagi sekarang sudah banyak perusahaan nasional yang di kuasai asing. Kapan lagi kita berbuat baik bagi negeri ini, jangan biarkan Bapak Habibi bekerja sendirian, mari kita ikut membantu, setiap kebaikan yang anda lakukan maka akan berbuah kebaikan pula.

Kita bisa... Yess

Ya, Indonesia bisa! mari kita sebarkan inspirasi dan kebanggaan ini. Mari beritahu teman, saudara dan orang-orang di sekitar kita.

Sumber :
Chanel telegram Ippho santosa      
Chanel telegram audio magnet rezeki ust. Nasrullah

https://www.google.co.id/search?q=bj+habibie


Minggu, 08 Oktober 2017

Makanan Sunda Banget

Eum.... Enak... Semua makanan itu enak, kalo lagi lapar makannya, itu bagi saya ya.

Soal makan, makanan apa saja boleh asal jangan jengkol atau pun pete bukannya kurang suka, tapi kalau di makan suka bikin sakit meriang, memang aneh, tapi sebenarnya tidak aneh melainkan karena lebih terbawa sugesti saya sendiri.

I hate jengkol
Itu waktu dulu masa-masa sebelum menikah, hate banget sama jengkol, apalagi kalau di rumah orang tua masak jengkol goreng, langsung ngamuk saat itu juga, kadang saya buang sedikit-sedikit dari meja makan biar cepet habis... 😂

Itulah semakin tidak suka akan sesuatu biasanya sesuatu itu akan menghampiri kita, seperti ketika ketemu kecoa kita teriak maki-maki itu kecoa, kecoanya malah gak takut tapi semakin mendekat,

Serem !!!!

Nggak juga
Karena cinta akan mengalahkan kekurangsukaan bisa jadi malah doyan, ya alhamdulillah suami saya suka makan jengkol apalagi pete, jadi perlahan berkurang hatenya malah kadang nyicipin barang satu biji.. 😂

Makanya alhamdulillah sekali kalau jadi orang sunda, dapat suami urang sunda, jadi kalau urusan kuliner cukup makan seperti biasa gak perlu ke luar, asal mau turun tangan ke dapur,  ya kalau orang sunda mah istilahnya dikasih makan rumput aja dimakan, he.. maksudnya lalapan..  terkadang suka ngiler juga pengen di ajak makan di luar seperti makanan junk food, fast food, chinesse food, korean food, desert ala luar Negeri.

kalau ada yang ngajak.. ga nolak...hehehehe

Makan serba lalapan itu sehat, karena tidak mengalami proses pemanasan, asal bersih nyucinya, selain itu juga bisa menghemat pemakaian gas, mau bukti hemat gas !!

Gini ya saya kalau di rumah masak nasi pakai mejikom setelah hampir matang, ngukus labu siam di atas nasi pake wadah stainless tinggal nunggu mateng deh, baru goreng ikan asin, bikin sambal terasi, lalapnya pete, mentimun dan terong, oiya tambah tambah telur dadar... Sip deh

Udah gitu aja... Masak is simpel 😂
Yang rumit itu pusing bikin apa biar anak balita mau makan...

Tapi gak setiap harie menunya seperti itu... Ya itu mah masak ketika ingin masak dengan sedikit waktu dan untungnya suami saya suka,

Kasian ya suamiku
"Udah biasa"

Apa saya juga suka makanan yang suami makan, ya lumayan suka kecuali petenya. saya lebih senang makan mie instan direbus pake kerupuk seblak kasih cabe rawit yang banyak, makan sendirian gda yang ganggu. Wah endess pokonamah..

https://www.google.co.id/search?q=makanan+sunda&

Selasa, 26 September 2017

Kulitnya Kulitku


Pada suatu hari saya bersalaman dengan seseorang, dia menyambut dengan baik, tangannya hangat, rasanya seperti memegang tangan sendiri.
Ada yang tahu siapakah yang saya pegang?
A. Pacar
B. Teman
C. Ayah/ ibu
D. Suami
E. Anak

Coba tebak tangan siapa, bingung apa sangat bingung? pasti gak penting ya pertanyaannya, hehe... Jawabannya adalah suami, ingat ya bu guru selalu benar, kan yang bikin soal, hehehe....

Gini ya kalo pegang pacar rasanya pasti deg2an gak karuan, tapi kan gak boleh pacaran ya. Nah kalau pegang tangan teman, kalau temannya perempuan pasti rasanya ngiri kenapa tangan dia lebih halus, kalau teman laki-laki udah jelas jangan di pegang kan bukan mahram, kemudian kalau pegang tangan orangtua ko rasanya sedih gitu, karena belum bisa balas kebaikan mereka, kalau pegang anak rasanya selalu senang selalu ada harapan.

Tapi kenapa pas pegang tangan suami serasa pegang tangan sendiri berbeda ketika awal perjumpaan atau pada awal pernikahan dan sepertinya suamiku juga merasakan hal yang sama, kalau dulu di sentuh dikit aja rasanya wuaaaaahhhhh gimana gitu serasa ada listrik-listriknya, selalu ingin dekat, kulit ketemu kulit. Itulah suami istri yang sudah menempuh pernikahan selama bertahun-tahun, mungkin karena terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing, terlalu banyak rasa yang bercampur, seperti warna yang apabila semua warna warni di satukan akan menjadi satu warna, maka dari itu setiap pasangan harus pandai menjaga rasa agar hubungan tetap harmonis, jadi jangan ragu untuk saling menyentuh kan halal.

Sekarang ingat-ingat lagi kapan terakhir kali pegang tangan pasangannya dengan penuh perasaan dan cinta? kalau sekarang pasti lebih banyak pegang Gadget ya, "lagi-lagi saya yang disalahin" itu kalau gadgetnya bisa ngomong.

Betul apa betul??? Kalau rasa bisa saja berubah, mood juga kadang berubah, kadang komitmen yang sudah di pegang teguh juga bisa goyah karena pihak ketiga, biasanya sih ketika mulai timbul rasa bosan juga masalah yang bertubi-tubi muncul kepermukaaan, kalau masalah bosan, bukan cuman lelaki aja yang bosan, istri juga lho sama, bukan bosan dengan orangnya, tapi bosan dengan kondisi dan rutinitas yang itu-itu aja, nyuci lagi-nyuci lagi, nonton TV lagi, di rumah lagi, kayanya sih kurang piknik gatau juga karena kurang ibadah. 

Bukan hanya kulitnya yang terasa seperti kulitku, setiap gundahnya juga menjadi gundahku, sakitnya juga menjadi sakitku, bahagianya juga menjadi bahagiaku, mungkin inilah yang namanya ikatan batin, karena istri akan tahu jika ada yang tak beres dengan suaminya.


Jumat, 15 September 2017

Serbuk Besi Penyambung Nyawa


Bahagia itu sederhana, pas mau nyuci baju, nemu uang di saku celana suami.. hehe

Siapa sih yang tidak senang nemu uang di rumah sendiri, apalagi kalau berlembar-lembar lembaran merah, tapi jangan terlalu ngarep juga ya, apalagi jika suami adalah termasuk tipe orang yang hati-hati, tak pernah ketinggalan uang di saku celana, bukan berarti saya berharap punya suami ceroboh ya, kalau suami saya tipe orang yang rapi, uang pun terbentang rapi di dompetnya, tapi seringkali juga sih uang recehan tertinggal di saku celananya.

Memang bahagia itu sesederhana seperti itu bagi saya ya sebagai emak pengangguran, eh kata siapa pengangguran, walaupun hanya diam di rumah kerjaan rumah tetap gak kelar-kelar, tapi masih aja di katain di rumah ngapain aja.

Kembali ke masalah uang ya, uang memang bukan segalanya tapi ternyata hidup di kota ya butuh uang, tapi jangan sampai juga uang mengendalikan hidup sehingga sampai menuhankan uang.

Mau uang lembaran atau uang recehan juga sama berharganya, namun terkadang uang recehan sering dianggap remeh, tak jarang banyak orang memperlakukan uang recehan dengan ala kadarnya, ya di pake kerokan, ya di taruh sembarangan, lihat uang 500 perak tergeletak dijalanan aja jaim pura-pura gak liat.

Beda halnya dengan masyarakat golongan bawah, uang recehan sangat berarti bahkan menjadi penyambung nyawa. Bagi saya juga sama recehan juga merupakan penyambung nyawa agar saya tetap hidup dikala lembaran-lembaran say good bye dari dompet, hehe lebay banget, mau banyak atau sedikit tetap harus di syukuri, ya terkadang ketika banyak terasa kurang, tapi ketika sedikit malah mencukupi.

Ya gitu deh... Intinya ketika kehabisan uang dan tidak memungkinkan untuk meminta uang tambahan dari suami, uang receh atau uang koin inilah yang sangat membantu ya sebagai penyambung pulsa dan penyambung jajan juga, jadi jangan abaikan recehan, kumpulkan dengan baik. Nah sekarang kan masih menjadi trending topik bahkan viral "membeli barang dengan recehan", misalnya saja di berita ada orang yang beli HP dengan uang dua rebuan, bayar sekolah pake koin seribuan, beli motor pake koin sekarung, siapa tahu nanti giliran kita beli rumah atau mobil pake koin serebuan, haduh gimana ngitungnya ya, berapa karung jadinya itu uang.

Gimana? "pinter kan !!!"
"Ya elah, anak SD juga yang kaya gituan mah juga ngerti.

Lalu serbuk besinya mana!!! Udah baca panjang-panjang tidak nemuin kata serbuk besi ya.

Yang saya maksud dari judul di atas, serbuk besi artinya uang recehan, kalau lagi banyak uang receh saya bilangnya "bubuk besi" :)

Serbuk besi ini rencananya mau di pake buat sambung paket intetnet, biar bisa terus setor di 1minggu 1cerita, tapi masih kurang nih, ada yang mau nambahin !!! Hehe


Minggu, 10 September 2017

Ada Apa Dengan CFD


CFD itu tempat makan ya !!! suami saya ko sering kesana hampir tiap minggu, gak pake acara ngajak-ngajak lagi, kerja yang jadi alasannya, jangan-jangan !?#!!

Itu pemikiran beberapa tahun silam, maklum orang kampung, kalo sekarang istilah yang lagi tren di sebut "Ndeso", mana ada CFD di kampung dan di desa cuma ada di kota, yo salah siapa nama CFD mirip-mirip dengan nama tempat makan CFC atau KFC jadinya kan salah paham.

Oh... Ternyaya CFD itu singkatan dari Car Free Day, yang artinya hari bebas mobil atau hari tanpa kendaraan bermotor, yang di tujukan sebagai kawasan bagi warga agar bisa berolah raga di hari minggu pagi saja, olahraganya bisa jalan kaki, lari ataupun bersepeda, jadi sebagian jalan raya yang biasa di lewati kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat atau lebih di tutup sementara waktu.

Gimana, sekarang paham kan?? Paham banget

Tapi kan CFD bukannya di buka cuma beberapa jam, baru jam 09.00 pagi para warga langsung di giring ke pinggir jalan di suruh minggir sama pak Polisi, sambil teriak-teriak pake toa plus nyalain lampu sirine jadinya jalanan pun mulai dilewati kendaraan, kalau gitu sudah aja namanya CFH (Car Free Hours) kan lebih jujur.

Haha betul juga ya kenapa juga jadi Car Free Day kenapa tidak Car Free Hours saja, tidak seperti misalnya No Tobacco Day, Mother Day, May Day, Eart day, yang di adakan selama seharian penuh, dua puluh empat jam lho, ya mungkin yang bikin singkatan lebih memikirkan faktor estetika jadi gampang di ingat oleh orang, terus ngapain juga CFD mau seharian, kan panas kalo sampai seharian, tar gosong sama ringsek tuh badan olahraga seharian.

Jadi siapa dong yang ciptain CFD??
Eh mane ketehe..........
Ya orang pemerintah kali........
Kamunya aja yang banyak nanya banyak protes juga, cuma kamu aja orang lain enggak, mereka menikmati kebijakan dari pemerintah untuk memanfaatkan CFD untuk berolahraga pagi agar bisa sambil refresing di minggu pagi setelah lelah berkegiatan selama seminggu, lumayan mengurangi stress, makanya kalau libur tuh jangan kebanyakan tidur.

Memangnya kamu pernah ke CFD!!! Pernah dong, waktu masih tinggal di Bandung pernah sekali, sekarang kan saya tinggal di Bekasi dekat lokasinya dengan rumah, pernah juga sengaja pergi ke CFD di Jakarta naik BusTrans ke CFD HI, kalo kesana rame banget, banyak yang cakep-cakep, banyak yang jualan, yang gratisan pun juga banyak, paha gratis, dada gratis, pantat gratis pokoknya bikin mata kenyang. Haduh kamu kira itu ayam atau sapi bhahahahahahaaaaaa.......